Melihat dari kesuksesan beberapa angkatan Workshop 3 Days Biz Camp yang baru pertama kali diadakan di Indonesia membuat LeZAT Academy mengadakan acara yang sama diakhir bulan Oktober kemarin tepatnya pada tanggal 28 – 30 Oktober. Camp yang diadakan di dapur LeZAT Academy di Jalan Veteran No. 9B – Surabaya ini merupakan camp paling lengkap bagi para pembisnis kuliner terutama pebisnis katering dan warung kelas UKM. Dengan mengandeng sang praktisi dan penulis buku kuliner tenar “Kuliner Pangan” yaitu Yuyun Anwar.
Bizcamp yang kali ini sudah memasuki angkatan ke-16, yang selama ini hanya diadakan di dua kota besar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya. Dan selalu mendapatkan respon yang sangat bagus sekali baik dari angkatan sebelumnya yang mengikuti Biz Camp hingga orang – orang yang ingin sekali mengikutinya. Terbukti banyaknya peserta yang mengikuti acara workshop 3 Days Biz Camp ini disetiap kelas yang diadakan.

Dan di angkatan keenam belas kali ini diikuti oleh 10 peserta yang tak hanya datang dari berbagai kota di Indonesia saja, namun juga diramaikan dengan para peserta lelaki diantara para peserta wanita lainnya. Hal tersebut terbukti bahwa kelas masak memasak tak hanya diminati oleh para wanita saja, namun lelaki pun sudah mulai tertarik untuk mempelajari baik pengolahan hingga manajemennya. Dan hadirnya para peserta lelaki juga membuat kelas makin bervariasi, terutama saat sesi praktek dan diskusi.
Materi yang Diberikan selama Kelas 3 Hari
Para peserta yang mengikuti kelas ini tak hanya akan mendapatkan materi tentang bagaimana mengatasi masalah sesuai tema kelas workshop seperti beberapa solusi dalam mengatasi masalah para juru masak yang sering keluar masuk sehingga membuat kualitas produk makanan yang dijual menurun, menghitung harga serta strategi usaha agar tak bersaing penuh darah dengan sesama para UKM lainnya.
Dan jawaban dari segala persoalan tersebut hanya bisa Anda dapatkan saat mengikuti kelas Bizcamp selama tiga hari ini karena sang praktisi Yuyun Anwar akan mencoba mencarikan solusi yang tepat yaitu sebuah program “City Pop” yaitu dengan cara memproduksi makanan secara cepat, efisien, tepat walau tanpa seorang juru masak.
Tak lupa juga sang praktisi beserta asistennya akan mengajak para peserta untuk ikut terjun praktek langsung memasak 25 resep makanan yang banyak disajikan menu katering atau warung UKM, sehingga membuat para peserta yang tadinya hanya mengandalkan para juru masak saja dalam mengolah produk jadi lebih memahami produk makanan yang akan mereka jual.
Dan keantusian para peserta selama mengikuti workshop tiga hari ini tak hanya seru saat sesi tanya jawab dengan sang praktisi, namun saat praktekpun mereka makin senang sekali karena tak hanya mendapatkan teori, memperkaya resep hingga bagaimana cara mengolah makanan yang benar dan tak lupa mencicipi hasil prakteknya.





