East Food Indonesia
- Detail
- Ditulis oleh admin1
- Kategori Induk: Rubrikasi
- Diterbitkan pada 12 Juni 2018
- Diperbarui pada 28 Juni 2018
- Dibuat pada 12 Juni 2018
- Dilihat: 14811

Kunjungi event east food mulai tanggal 26-29 July 2018 di Grand City Surabaya!!!
Trik Memilih Bahan Kualitas Untuk Kue Kering Yang Renyah
- Detail
- Ditulis oleh admin1
- Diterbitkan pada 11 Juni 2018
- Diperbarui pada 11 Juni 2018
- Dibuat pada 11 Juni 2018
- Dilihat: 45610

Hari Raya memang sangat identik dengan sajian aneka kue kering di meja makan. Untuk mendapatkan kue kering yang renyah, tentu butuh penggunaan dan pemilihan bahan yang tepat. Apa saja itu ? yuk simak beberapa trik dibawah ini
Bahan Utama Kue Kering :

Umumnya, tepung yang digunakan untuk membuat kue kering adalah tepung terigu atau tepung sagu. Terkadang juga menambahkan tepung maizena, untuk menambah kerenyahan kue kering. Untuk menghasilkan kue yang renyah, pilih tepung terigu dengan protein rendah. Untuk menghasilkan kue yang mawur, seperti nastar, gunakan tepung terigu protein sedang.
Tepung sagu digunakan dalam pembuatan kue kering sagu. Sagu masih mengandung air, sehingga sebaiknya tepung sagu disangrai terlebih dahulu di atas api kecil sekitar 10 menit sebelum digunakan. Untuk penyimpanan tepung, sebaiknya disimpan di tempat kering dan terpisah dari bahan-bahan lain yang menimbulkan bau, seperti rempah-rempah. Nah sebaiknya pada waktu menyimpan tepung terlebih dahulu kita lihat, apakah tepung sudah benar-benar terbebas dari serangga.B. Campuran Margarin dan Mentega
Penggunaan mentega membuat kue kaya rasa, namun teksturnya menjadi rapuh. Oleh karena itu, cara yang paling tepat adalah mencampurkan mentega dan margarin. Agar kue tidak rapuh, tapi kaya rasa.
C. Penggunaan Margarin Dalam Pembuatan Kue Kering
Penggunaan margarin membuat kue kering kurang kaya rasa dan terasa ngedal di mulut, bila waktu pengocokkan kurang lama.
Margarin merupakan lemak nabati yang terbuat dari minyak kelapa sawit. Memiliki kadar lemak antara 80-85%. Penggunaan margarin dalam pembuatan kue kering membantu dalam pengembangan tekstur kue kering yang kita buat, tetapi untuk aroma dan rasanya tidak seenak jika kita menggunakan mentega. Tetapi untuk nilai ekonomis sebaiknya kita menggunakan margarin, sehingga harga dari kue kering yang kita jual memiliki harga lebih murah.Penggunaan margarin membuat kue kering kurang kaya rasa dan terasa ngedal di mulut, bila waktu pengocokkan kurang lama.
D. Penggunaan Mentega dalam pembuatan Kue Kering
Mentega terbuat dari lemak hewani yang biasa kita sebut susu sapi dan mentega ini mempunyai kadar lemak 99%. Mentega iini terdiri dari dua jenis yaitu salted butter (mentega asin) dan unsalted butter (mentega tawar). Dan dalam pembuatan kue kering mentega sangat berpengaruh dalam hasil kue kering. Karena dengan menggunakan mentega kue kering yang kita hasilkan memiliki rasa lezat, memberikan nilai gizi, dan sebagai bahan pengempuk dan membantu pengembangan susunan tektur kue kering dan apabila kita makan cepat lunak dimulut.Ketika menggunakan mentega, sebaiknya dalam keadaan beku. Karena jika tidak, mentega akan mencair saat dikocok
E. Perhatikan Takaran Gula
Gula yang digunakan saat pembuatan kue kering biasanya adalah gula pasir atau gula tepung. Penggunaan gula tepung tidak bisa digantikan dengan gula pasir. Karena, gula tepung mengandung sedikit gula tepung untuk membuat gula tidak menggumpal. Jadi, pastikan Anda menggunakan gula sesuai dengan saran resep.
F. Penggunaan Garam Dalam Pembuatan Kue Kering
Dalam pembuatan kue kering, garam dapur dapat digunakan untuk membangkitkan rasa lezat. Garam yang digunakan sebaiknya garam yang mengandung iodium.
G. Bahan Pengembang
Bahan pengembang yang digunakan pada kue kering biasanya adalah soda kue atau baking powder, yang berfungsi untuk mengembangkan kue kering. Sehingga kue menjadi renyah. Bahan ini sebenarnya tidak perlu digunakan, jika Anda sudah banyak menggunakan mentega dalam adonan.
H. Bahan Tambahan
Penggunaan bahan tambahan lain, seperti kacang, buah-buahan, keju, cokelat, atau bahan aromatik pada kue kering, bertujuan menciptakan beragam variasi rasa dan aroma kue kering.

I. Telur
Telur merupakan bahan yang dipergunakan dalam membuat kue kering. Pada umumnya telur yang digunakan adalah telur ayam yang ada di dalam negeri. Dalam pembuatan kue kering, telur mempunyai fungsi sebagai penambah nilai gizi, menambah keharuman, memperbaiki komposisi kue, menghasilkan warna yang menarik, menghasilkan remahan kue yang lebih halus dan memperlama jangka penyimpanan.

J. Baking Powder
Fungsi baking powder dalam pembuatan kue kering yaitu untuk menaikkan kue kering sewaktu dipanggang. Namun jika dalam penggunaannya berlebihan akan menyebabkan kue kering mudah hancur dmeninggalkan rasa kesat dimulut. Untuk menghasilkan kue kering yang maksimal, sebaiknya menggunakan baking powder double acting.
K. Baking Soda
Dalam pembuatan kue kering baking soda berfungsi sebagai pengembang. Soda kue dapat menghasilkan kue kering yang renyah. Soda kue dapat kita beli di toko bahan kue maupun di pasar tradisional dalam bentuk bubuk yang dikemas dalam kemasan kaleng dan plastik. Dalam penggunaannya, sebaiknya jangan menggunakan soda kue terlalu banyak karena akan menghasilkan rasa getir pada kue kering yang kita buat.
L. Bahan Tambahan Pewangi
Pada umumnya untuk pembuatan kue kering bahan pewangi yang digunakan yaitu kopi, berbagai jenis esense mocca,pandan, strawberry, coklat dll. Campuran rempah-rempah, antara lain kayu manis, cengkeh, pala, kapulaga, jehe dll.

M. Susu
Dalam pembuatan kue kering susu berfungsi sebagai penambah cita rasa, nilai gizi, menghasilkan tekstur yang lebih lembut. Susu yang digunakan kue kering yaitu susu bubuk baik yang mengandung lemak ataupun rendah lemak. * PB
Mengenal Lebih Dekat Cream Cheese
- Detail
- Ditulis oleh admin1
- Diterbitkan pada 11 Juni 2018
- Diperbarui pada 11 Juni 2018
- Dibuat pada 11 Juni 2018
- Dilihat: 38070

Jika Anda penggemar makanan continental seperti pasta atau hidangan dengan rasa keju, maka kehadiran cream cheese ini pastilah bukan hal yang asing atau baru ditelinga kita. Teksturnya yang lembut dan menyerupai saus mayonnaise, namun berbeda bahan pembuatnya serta fungsinya membuat penggemarnya tak akan bisa berhenti untuk menikmati sensasinya yang lembut dilidah kita.
Cream cheese (keju krim) merupakan jenis keju muda yang belum difermentasi dan salah satu keju Amerika yang terkenal, dimana mempunyai tekstur yang lunak dan lembut, warnanya putih mirip tofu serta rasanya yang asam lembut. Krim ini sendiri sangatlah terkenal sebagai bahan utama dalam pembuatan cheese cake baik yang dipanggang ( oven ) atau yang didinginkan ( chilled) dan sebaiknya jika menggunakannya selalu keluarkan keju krim ( cream cheese) dari lemari pendingin selama kurang lebih 30 menit sebelumnya agar cream cheese melunak.
Krim keju ini banyak dijual dalam lemari pendingin di supermarket, dalam bentuk kemasan kertas alumunium atau wadah mangkuk plastik. Di pasar raya biasa jenis krim keju ini dijual dalam kotak kecil yang beratnya sekitar 250 gram, dimana krim keju ada dua jenis yang dijual dipasaran yaitu jenis spreadable cream cheese / double cream cheese mengandung lemak 65% ( untuk dioles dengan roti, sebagai isi pie atau dimakan dengan buah – buahan) dan jenis jenama yang ditambah krim dan mengandung lemak susu 45%, berwarna kuning susu serta mudah lembut pada suhu ruang ( untuk pembuatan cheese cake)
Cream cheese sendiri adalah golongan soft cheese yang agak sedikit susah dalam hal penyimpanannya dalam jangka waktu yang lama. Dimana dalam suhu ruangan yang normal umumnya soft cheese hanya akan bertahan selama 1 – 2 jam setelah itu harus langsung di gunakan.
Umumnya banyak orang menyangka bahwa cream cheese yang mempunyai rasa yang gurih ini juga mempunyai kesamaan dengan keju, padahal bentuk keju lebih padat dan cream cheese lebih lembut. Oleh karena itu cream cheese lebih mudah rusak dan basi, maka sebaiknya Anda harus menyimpannya lebih teliti agar cream cheese lebih tahan lama. Berikut beberapa tips pembuatan serta penyimpanan cream cheese yang baik dan bisa Anda teraokan dirumah.

Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Membuat Cream Cheese :
- Agar rasa cream cheese tetap enak, maka keluarkan dulu cream cheese dari kulkas sebelum dipakai dan biarkan suhunya normal dan baru bisa digunakan untuk memasak.
- Sebaiknya potong cream cheese menggunakan pisau yang bersih dan kering, agar cream cheese tidak terlalu cepat berjamur atau basi. Sebelumnya celupkan pisau dalam air mendidih ( disterilisasi), lalu dikeringkan dengan kain bersih baru gunakan dalam memotongnya sesuai resep.
- Sebaiknya pilihlah cream cheese yang tidak terlalu berbintik – bintik warna hijau, hitam atau abu – abu yang memandakan telah tumbuh jamur spora, bagian permukaan dan bagian dalamnya masih berwarna serta memilik tekstur yang sama, cream cheese masih berbau normal/ tidak tengik ataupun berbau terlalu asam.
- Pada saat penuangan adonan cream cheese kedalam cetakan, Anda harus menutupi bagian pinggirnya hingga merata, lalu menuangkan semua adonan kebagian tengah hingga setengah bagian. Bau tambahkan topping diatasnya dan simpan dalam lemari pendingin selama 3 jam.
Tips Menyimpan Cream Cheese Agar Tetap Enak :
- Jangan Menyimpan Cream Cheese di Freezer
Cara termudah dalam menyimpan cream cheese adalah dilemari pendingin, namun akan lebih baik tidak dimasukkan dalam freezer. Sebab akan membuat rasanya berubah karena tingkat suhu dinginnya yang rendah, maka sebaiknya cream cheese disimpan dalam wadah tertutup rapat dan diletakkan dalam kulkas biasa.
- Meskipun disimpan dalam lemari pendingin, cream cheese yang sudah dibuka biasanya tidak akan tahan lebih dari 2 minggu, apalagi jika suhu dalam kulkas tidak stabil. Maka cream cheese akan lebih cepat tumbuh jamur
- Sebaiknya simpan cream cheese dibagian chillernya dalam lemari pendingin dan tidak diarea dekat lampu maupun di pintu, karena relative suhunya kurang dingin dan suhu fluktuatif ketika kulkas dibuka tutup. Jadi simpan dalam suhu 2 – 4 C
- Jika cream cheese sisa maka sebaiknya bungkus rapat dalam plastik atau gunakan plastik icing baru, baru masukkan dalam lemari pendingin agar bisa lebih tahan lama. * Puji/dbs.
Tiga Trik Cegah Kue Kering Mudah Hancur
- Detail
- Ditulis oleh admin1
- Diterbitkan pada 11 Juni 2018
- Diperbarui pada 11 Juni 2018
- Dibuat pada 11 Juni 2018
- Dilihat: 39377

KUE kering alias cookies terbaik adalah yang renyah dan tidak terlalu tebal. Namun, kebanyakan kue kering yang lembut dan mudah dikunyah ternyata mudah hancur. Jika kue kering yang Anda buat demikian, Anda perlu meninjau kembali proses membuatnya. Simak trik membuat kue kering yang tidak mudah hancur, seperti dilansir Huffingtonpost berikut ini:

- Gunakan margarin
Mentega meleleh pada suhu yang lebih rendah dibandingkan margarin. Jadi, jika Anda berusaha agar kue kering tidak mudah hancur, cobalah beralihlah dari mentega ke margarin.
- Dinginkan adonan
Jika Anda tidak nyaman menggunakan faux butter, cobalah dinginkan adonan kue sebelum dipanggang. Cara ini tentu saja menurunkan suhu adonan, artinya waktu yang dibutuhkan sedikit lebih lama karena proses penghangatan adonan akan berjalan lebih lambat agar tidak cepat hancur.

- Jangan beri minyak pada loyang
Daripada mengoles loyang dengan mentega, lebih baik gunakan loyang anti lengket yang tidak perlu menggunakan mentega ataupun minyak. Kandungan lemak menyebabkan kue kering mudah menyebar. Jika tidak punya loyang antilengket, Anda bisa menggunakan kertas perkamen sebagai penggantinya.
Sajian Kaya Nutrisi Untuk Si Maag Saat Puasa
- Detail
- Ditulis oleh admin1
- Kategori Induk: Rubrikasi
- Diterbitkan pada 09 Juni 2018
- Diperbarui pada 26 Juni 2018
- Dibuat pada 09 Juni 2018
- Dilihat: 14514

Tak terasa bulan ramadhan akan segera datang kembali dan umat Islam diseluruh penjuru dunia akan melaksanakan ibadah puasa. Bila bulan ini akan datang, maka pola makan kita akan dibatasi oleh makan sahur dan makan saat buka puasa saja. Dan tentunya ini bisa membawa dampak menurunnya jumlah asupan gizi (terutama kalori) yang masuk kedalam tubuh kita. Salah satu penyakit yang banyak digunakan semua orang sebagai alasan agar tidak berpuasa atau bahkan penderita ingin melaksanakan ibadah puasa namun takut tak kuat dalam menjalankannya karena maag yang di deritanya. Nah sebenarnya aoakah sakit maag itu menghalangi puasa kita nggak sih? Dan bagaimana caranya agar puasa yang dialami penderita tetap lancar meski menderita maag? Berikut penjelasan dan tips yang baik untuk penderita maag yang ingin berpuasa
Penyakit maag adalah suatu kondisi dimana disebabkan asam lambung yang meningg sehingga melukai dinding lambung sendiri. Tingginya cairan lambung tersebut memaksa otot – otot lambung berkontraksi sehingga timbul rasa perih dan mual. Selain itu tingkat keasaman pada penderita maag biasanta sangatlah ekstrim yaitu 1 PH. Jika asam lambung ini sampai pada usu maka akan bercampur dengan cairan usus yang bersifat biasa dan menimbulkan gas yang membuat perut menjadi kembung
Jenis dari penyakit maag sendiri ada dua macam yaitu :
Maag fungsional, dimana penderita ini disebabkan karena kesalahan pada pola makan, stress, beban pekerjaan dan emosi. Biasanya gejala yang dialami penderita seperti perih, mual dam kembung. Maag tipe ini relative ringan sehingga memungkinkan penderita untuk berpuasa
Maag organic, dimana penderita organic ini terjadi akibat kelainan organ pencernaan misalnya luka lecet pada kerongkongan, lambung, usus dan lain – lain. Gejala yang ditunjukkan pun lebih parah dari jenis fungsional seperti berat badan turun, anemia, muntah darah, BAB hitam, tidak bisa menelan dan lain – lain. Penderita maag jenis tidak boleh berpuasa sebelum penyakitnya diobati karena akan memperparah keadaan.

Oleh karena itu penderita maag fungsional disarankan untuk melaksanakan puasa, karena puasa bisa dijadikan obat mujarab dan dengan puasa maka pola makan akan menjadi teratur. Selain itu kebanyakan maag disebabkan stress dan emosi, sedangkan puasa melatih kesabaran dan mendekatkan diri pada Allah. Karenanya orang – orang yang berpuasa hatinya lebih tenang dan penyebab maag menghilang. Berikut beberapa tips menjalankan puasa yang baik untuk penderita maag.
Tips Menjalani Puasa Yang Baik Untuk Penderita Maag
- Wajib Makan Sahur
Penderita maag harus makan sahur untuk menyiapakan energy dan mencegah lambung dalam keadaan kosong sehingga tingkat keasaman lambung dalam dalam batas normal.
- Menyegerakan Saat Berbuka
Segera berbuka jika adzan maghrib berkumandang karena perut Anda sudah kosong beberapa jam yang lalu. Santap minuman manis dan hangat, lalu makan makanan ringan seperti kurma. Makanan tinggi glukosa akan mudah menyerap sehingga tidak meningkatkan asam lambung. Biasakan sholat maghrib sebelum makan nasi dan lauk pauk agar lambung Anda tidak kaget
- Makan Secukupnya
Hal ini dimaksudkan agar dinding lambung berkontraksi dengan rileks serta menghindari peregangan dindung lambung yang berlebihan
- Hindari Tidur Setelah Sahur
Langsung tidur setelah makan bisa meningkatkan sekresi asam lambung dan gerak peristaltic pancreas. Karenanya proses pencernaan berjalan lebih cepat saat tidur sehingga Anda akan merasa lapar ketika bangun
- Melakukan Aktivitas
Aktivitas akan merangsang otak mengeluarkan hormone katekolamin yang berfungsi mengurangi asam lambung dan enzim pencernaan, mengurangi gerak usus serta menghancurkan cadangan glikogen dan lemak.
- Hindari Stress
Stress akan memacu metabolism sehingga asam lambung meningkat yang menyebabkan kerusakan dinding lambung. Hindari stress dengan banyak beribadah
- Konsumsi Obat Secara Teratur
Jadwal konsumsi obat maag bisa Anda rubah menjadi saat sahur, berbuka dan sebelum tidur. Ada baiknya Anda mencoba konsumsi obat herbal yang tidak bisa menggangu fungsi ginjal
Makanan Yang Harus Dihindari Penderita Maag
- Kopi
- Makanan pedas dan asam
- Makanan berlemak seperti gorengan dan jeroan karena lemak sulit dicerna sehingga membebani lambung
- Makanan yang mengandung gas seperti kubis, nangka, sawi, kismis dan kacang – kacangan karena biasanya membuat kembung
- Minuman beralkohol
- Cokelat dan keju
- Merica
Makanan – makanan tersebut diatas bisa menyebabkan peningkatan asam lambung dan melukai dinding lambung. Jadi sebaiknya hindari makanan tersebut baik saat puasa maupun tidak. * Puji/dbs







