Berpromosi Secara Hemat Tapi Efektif
- Kategori Induk: Rubrikasi
- Diperbarui pada Senin, 06 Juli 2015 11:15
- Diterbitkan pada Jumat, 19 Juni 2009 20:10
- Ditulis oleh admin1
- Dilihat: 5630
- 19 Jun
Keramahan dan kesabaran Anda dalam memberikan informasi yang berkaitan dengan produk Anda kepada khalayak pelanggan, mungkin berbuah lebih dahsyat.produk berkualitas premium di outlet Anda, tetapi Anda tidak mempromosikan atau mengkomunikasikannya kepada khalayak sasaran Anda. Boleh jadi perlu waktu bertahun-tahun sampai konsumen memahami dan mengapresiasi kualitas produk Anda. Atau mungkin outlet Anda sudah keburu tutup untuk selamanya sebelum mendapatkan apresiasi yang Anda nantikan.Banyak bakery baru menganggarkan jutaan hingga ratusan juta rupiah guna mempromosikan produk maupun outletnya. Tapi, kalau Anda sabar dan telaten, tak harus mengeluarkan biaya besar agar dalam tempo relatif cepat banyak konsumen tahu dan memberi respon positif terhadap kualitas produk di outlet Anda. Apa yang dilakukan pengelola Créole Chocolaterie Pâtisserie dengan outlet-outletnya di FX Life Style Center Mall dan Plaza Indonesia, Jakarta, adalah salah satu contohnya.Créole telah mengaplikasikan formula paling mendasar: kalau Anda mau sukses di pasar kelas premium, tawarkan produk berkualitas premium; dan untuk menghasilkan produk dengan kualitas premium, gunakan ingridien berkualitas premium pula. Créole menggunakan cokelat premium dari Belgia, untuk menyajikan rangkaian produk-produk premium pula.
Tapi formula klasik itu tampaknya masih belum cukup. Masalahnya, bagaimana konsumen mengapresiasi kualitas produk cokelat yang Anda tawarkan bila mereka tak memiliki cukup referensi tentang cokelat, termasuk tentang cokelat berkualitas premium? Pengelola Créole menjawab tantangan ini dengan mengadakan Kelas Apresiasi Cokelat (Chocolate Appreciation Class/CAC).
Mulai Desember 2008 hingga Februari 2009, Créole mengadakan CAC dua kali sepekan. Dalam setiap CAC, Jose Pelo, Chocolatier of Créole, mengungkapkan berbagai hal tentang cokelat: mulai dari bagamana mengolah biji kakao pilihan menjadi cokelat, lalu bagaimana menangani cokelat untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi, mulai dari informasi tentang beragam varian produk cokelat, tentang dan citarasa dan cara menikmati cokelat, hingga soal manfaat cokelat untuk kesehatan.
Sensasi cokelat agaknya menarik minat cukup banyak orang untuk mengetahui lebih banyak tentang “Makanan Para Dewa” ini. Setiap CAC di Créole diikuti sekitar 30 orang. Padahal, tiap peserta harus membayar Rp 80.000 untuk CAC yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam.
Walhasil, peserta tidak hanya menjadi tahu lebih banyak tentang cokelat, tetapi juga memahami kualitas produk dari Créole. Bahkan mereka kemudian menginformasikan kualitas produk Créole kepada kerabat dan rekan-rekan mereka. Dari sini, bergulirlah pemasaran dari mulut ke mulut, yang kita kenal sebagai salah satu metode marketing paling ampuh.
Sementara itu, Jose Pelo juga acap dengan ramah menyapa tamu Créole, dan—bila ada kesempatan—memberi informasi seputar cokelat kepada mereka. Kebiasaan ini membuat banyak pelanggan menjadi akrab dengannya. Dan salah seorang di antara pelanggannya itu adalah wartawan sebuah koran berbahasa Inggris terbitan Jakarta, yang kemudian menulis artikel tentang Créole di koran itu. Artikel tersebut mengangkat popularitas Creole dan membuat outlet cokelat yang mengusung konsep cafe ini mendapatkan lebih banyak pelanggan baru.
“Sejak mengadakan CAC, apalagi sejak artikel tentang Créole ditulis di koran, makin banyak orang berkunjung ke sini dan kedai kami makin ramai,” kata Lia Suharto, direktur yang juga salah seorang pemilik Créole.
Mari menarik kesimpulan dari fenomena ini: bahwa keramahan dan kesabaran Anda dalam memberikan informasi seputar produk Anda kepada khalayak pelanggan, mungkin berbuah lebih dahsyat daripada yang Anda perhitungkan. P&B (AY/ASTI)










































