fbpx

Jalan-Jalan di New York Cicipi Red Velvet Cupcake Hingga Menyusuri Pasar


Masih berkaitan dengan kegiatan Haryanto Makmoer sewaktu mengikuti pelatihan di The Culinary Institute of America, beliau menyempatkan berkeliling New York City sembari mengunjungi bakery - bakery terkenal di sana. Kepada pembaca Pastry&Bakery Haryanto Makmoer akan berbagi pengalaman mampir ke beberapa bakery di sana.
 
      Menyusuri New York City rasanya kurang lengkap tanpa mampir ke beberapa bakery yang jadi langganan penghuni kota yang tak pernah tidur ini. Selama menjalani pelatihan di The Culinary Institute of America di Hyde Park negara bagian New York, tiap menjelang weekend saya sempatkan naik kereta api selama kurang lebih dua jam perjalanan menuju New York City untuk sekadar cuci mata dan melihat perkembangan berbagai bakery di sana.

New York City sendiri memiliki ratusan bakery. Rasanya saya memerlukan waktu lebih dari satu tahun tak akan cukup untuk bisa menelusuri satu persatu bakery di New York City. Terus terang saya juga penasaran dengan cerita-cerita mengenai beberapa bakery lewat teman-teman. Jadi, saat memiliki waktu berkunjung ke New York City, saya harus sempatkan mampir ke beberapa bakery.

Magnolia Bakery
Magnolia Bakery menjadi sangat terkenal karena sempat ‘masuk’ dalam beberapa acara serial televisi maupun layar lebar. Salah satunya serial Sex & the City, dan The Devil Wears Prada. Andalan dari bakery yang buka sejak tahun 1996 adalah Red Velvet Cupcake dengan Cream Cheese Frosting atau Whipped Vanilla Icing. Lokasi Magnolia Bakery di 401 Bleecker Street menjadi salah satu Hotspots Tour Sex & the City. Maka tak heran, outletnya selalu dipenuhi pengunjung die hard fans cupcake maupun turis yang sekadar ingin mencicipi Red Velvet Cupcake. Berawal dari satu buah outlet, saat ini Magnolia Bakery sudah berkembang menjadi lima outlet di New York City, satu berlokasi di Los Angeles dan Chicago. Bahkan belum lama Magnolia Bakery sudah mengepakkan sayap dengan membuka satu outlet di Dubai, Uni Emirat Arab.

     Bersama Chef Tatang, saya mengunjungi Magnolia Bakery yang berlokasi di sekitar Rockefeller Center.Saat itu Magnolia Bakery dipenuhi pembeli yang ingin menikmati cupcake untuk dijadikan buah tangan maupun dinikmati di tempat. Walaupun tempatnya terbatas, namun pembeli silih berganti menikmati cupcake yang ternama seantero dunia ini. Cupcake buatan Magnolia Bakery dibandrol dengan harga berkisar US$3 hingga US$3.5. Awal menyantap Red Velvet Cupcake sedikit timbul keraguan dengan warna merah yang dibubuhkan dalam cupcake. Namun rasa keingintahuan berhasil memenangkan keraguan. Tekstur cake cukup lembut dengan rasa sedikit manis berpadu dengan Cream Cheese Frosting.

     Tak hanya menyajikan cupcake saja, Magnolia Bakery juga menyediakan aneka cake, Banana Pudding, pie, cheesecake, ice cream, ice cream cake, cookies, brownies, hampers hingga merchandise berupa t-shirt, buku resep dan tas belanja bertuliskan Magnolia Bakery. Saya mengamati, beberapa bakery di New York menjual berbagai merchandise. Penjualan merchandise bisa menjadi nilai tambah untuk bakery tersebut, terutama berlaku untuk bakery-bakery yang sudah ternama dan memiliki daya jual tinggi untuk wisatawan seperti Magnolia Bakery. Saya rasa hal ini bisa diadaptasi di Indonesia untuk memberikan nilai tambah bagi bakery tersebut.
 
Junior’s
Selama saya tinggal di New York City, beberapa kali melihat iklan di televisi lokal yang menawarkan Most Fabulous Cheesecake and Desserts. Penasaran dengan pernyataan iklan tersebut, sebelum kembali ke Poughkeepsie dengan kereta api, saya sempatkan mampir salah satu gerai Junior’s yang terletak di terminal Grand Central.

     Disambut oleh deretan cheesecake yang menggoda selera, Junior’s sendiri sudah ada sejak tahun 1950. Saat ini Junior’s tersebar di empat lokasi di sekitar NYC, yaitu di Brooklyn, terminal Grand Central, Times Square dan MGM Foxwoods. Tak hanya bakery saja yang terkenal, namun restoran Junior’s sudah terkenal dengan sandwich, steakburger, dan tentu saja pilihan dessert yang menggugah selera.

    Setelah saya mencicipi Raspberry Swirl dari Junior’s, ternyata iklan melalui televisi tersebut tidak bohong. Cheesecake-nya lembut, dipadukan dengan puree buah raspberry yang segar. Tak heran banyak foodies blogger di antero New York kerap kali menobatkan Junior’s sebagai The Best Cheesecake in NYC. Cheesecake yang dijual berupa ukuran standar Small, Medium dan Large dengan range harga US$14.95 – US$ 31.95, juga ukuran single portion. Seperti halnya Magnolia Bakery, Junior’s menyediakan berbagai merchandise seperti t-shit, topi, hingga buku resep.
 
Eleni’s
Berhubung pada saat itu situasi NYC masih dalam keadaan siaga karena menghadapi terjangan Badai Irene. Badai Irene dalam ramalan cuaca dikatakan jika melewati Manhattan dan sekitarnya, maka akan berdampak sangat serius, seperti tidak adanya listrik, lumpuhnya subway, dan ditutupnya bandara-bandara di sekitar NYC. Karena penerbangan kami sempat ditunda beberapa hari, begitu dinyatakan aman, kami memilih untuk menunggu jadwal kepulangan di NYC.

     Sebelum kembali ke tanah air, saya dan Chef Tatang sempat bertemu dengan salah seorang teman Indonesia yang menetap di New York City, yaitu Peggy Uneputty Mc Dowell. Bersama Peggy kami diajak berkeliling salah satu pasar favorit Peggy, Chelsea Market yang beralamat di 75 9th Avenue (antara 15th dan 16th Streets). Pasar mungil dan apik ini menyediakan berbagai kebutuhan pribadi, asesoris rumah, berbagai restoran, café, hingga beragam bakery hingga toko cookies.

      Salah satu toko cookies yang sempat kami masuki adalah Eleni’s. Toko ini tak hanya menyediakan cookies saja, namun ada juga cupcake dengan aneka frosting warna-warni dengan berbagai taburan trimits saja. Eleni’s sendiri lebih dikenal dengan cookies hiasnya. Cookies hias buatan Eleni’s sangat menarik dengan berbagai karakter dan bentuk. Sugar glazing-nya sangat rapi dan warnanya menarik. Beberapa hiasan cookies mempergunakan bantuan edible print yang dilekatkan denan sugar glaze. Cookies ditempatkan dalam kotak dengan tutup plastik mika, yang menarik karena setiap kemasan tergantung tema. Pada saat saya berkunjung pada awal bulan September, karena tidak ada momen besar seperti Natal, Thanksgiving atau Tahun Baru, cookies yang tersedia berupa cookies souvenir New York City, ulang tahun, wedding atau yang sifatnya umum seperti bentuk binatang atau bunga.

      Cookies seperti ini cocok diberikan sebagai oleh-oleh atau sekadar kado. Penampilan cookies yang cantik, dikemas sederhana namun bisa menunjukkan keindahan cookies itu sendiri dan wadah secara keseluruhan juga menarik, sehingga jika diberikan sebagai hadiah si penerima juga akan menyukainya. Jika para pengusaha kue kering di Indonesia ingin melebarkan sayap menjadi cookies boutique, asalkan dibekali dengan konsep yang kuat, saya rasa akan bisa maju.
 
Ruthy’s Bakery
Masih di Chelsea Market, saya sempat mampir ke Ruthy’s Bakery. Seperti bakery-bakery lain di berbagai belahan dunia, Ruthy’s Bakery menawarkan berbagai jenis roti, pie, pastry, cake, cupcake dan salah satu highlight-nya adalah Rugelach. Rugelach merupakan pastry yang bentuknya mirip dengan croissant, berasal dari Eropa Timur. Dalam adonan pastry tersebut terdiri dari beberapa variasi filling berupa raisin, walnut, kayu manis, cokelat, marzipan, poppy seed, atau fruit jam.

     Ruthy’s Bakery terlihat menarik karena showcase dalam toko berisi berbagai cake serta cupcakes dengan topper tiga dimensi dari berbagai tokoh-tokoh kartun anak-anak maupun bentuk kepala binatang atau bentuk bunga. Berbagai pastry juga ditata dengan menarik. Tak lupa merchandise t-shirt juga tersedia di sini.

      Membandingkan berbagai bakery di kota besar dunia seperti di New York City dengan berbagai bakery di Jakarta atau kota-kota besar di Indonesia, rasanya kita tak perlu minder. Kreasi bakery di Indonesia tidak kalah bagus.