fbpx

Sun-Maid Raisins Anggur Kering Banyak Manfaat

Siapa yang tidak kenal kismis? Buah anggur yang dikeringkan, biasa di jadikan bahan tambahan kue atau roti. Siapa sangka jika kismis sangat bermanfaat bagi kesehatan. Adalah Sun-Maid salah satu merek kismis kering terkenal yang sudah menjadi leader dan menguasai hampir 80% pangsa pasar dunia. Kismis Sun-Maid sudah menjadi salah satu pilihan sehat yang dikonsumsi bagi siapa saja.

Kismis kering merupakan sumber energi alami yang sangat bagus dan bisa memenuhi akan kebutuhan buah setiap hari.

Kecil-kecil cabe rawit. Mungkin itulah yang bisa digambarkan tentang kismis. Walaupun kecil, tapi membawa sejuta manfaat untuk kesehatan kita. Hasil penelitian menunjukkan jika mengkonsumsi kismis bisa melancarkan sirkulasi darah, mengatasi sembelit, memperbaiki kesehatan kulit, dan bagi yang sedang melakukan diet seimbang, dianjurkan untuk mengkonsumsinya. Kismis kering ini tidak hanya bagus sebagai sumber alami untuk menangkal radikal bebas tapi juga sangat penting peranannya sebagai bahan dasar tambahan makanan. Teman yang sempurna untuk solusi hidup sehat.

Kismis Sun-Maid merupakan kismis kering yang pekat dan mempunyai rasa asam dari rasa buahnya sendiri, umumnya tersedia sebagai sumber buah untuk campuran memasak, dipadukan dengan cake aau kue-kue camilan sekaligus menambahkan rasa dan nutrisi. Kismis kering mengandung sumber energi yang tinggi serta mengandung gula alami yang baik untuk kesehatan gigi.

Untuk konsumsi sehari-hari, Anda tak perlu repot-repot menambahkan kismis dalam menu. Sarapan pagi dengan oatmeal menjadi lebih sehat dengan menambahkan satu-dua sendok makan ke dalam bubur oatmeal favorit. Tak perlu menambahkan gula, karena kandungan gula alami dalam kismis sudah cukup menambahkan nuansa rasa manis yang natural.

Menjelang siang, jika rasa lapar meneyerang tak perlu buru-buru berburu cemilan seperti gorengan. Satu sendok makan kismis bisa mengganjal perut sebelum makan siang. Begitu juga untuk menu makan malam, bubuhkan satu hingga dua sendok makan ke atas salad favorit Anda untuk menambah asupan serat.

                                                                                                                                                       

Asal Muasal Kismis

 

Tahun 1870 anggur dan segala jenis buah di budidayakan secara luas di lembah San Joaquin, California. Tetapi sayangnya buah anggur tersebut menjadi kering akibat gelombang panas yang melanda lembah San Joaquin pada tahun 1873.

Singkat cerita, dalam keputusasaannya, para petani membawa anggur kering mereka ke San Francisco dan menjualnya dengan nama “Peruvian Delicacies”. Ternyata anggur kering mereka terjual habis, dari situlah industri anggur kering atau kismis di California tumbuh. Tahun 1912, akhirnya dibentuk sebuah asosiasi pengusaha kismis yang di beri nama California Associated Raisin Company.

 

Kismis Paling di Sukai Lebih Dari 90 Tahun

Sun-Maid Raisin merupakan produk kismis terbaik dan dikenal seluruh dunia. Produknya sudah  dikenal dari kemasannya yang menampilkan seorang gadis petani dengan senyum manisnya. Sejak tahun 1918 hingga kini, Sun-Maid mengalami perkembangan yang sangat pesat dan sudah mempunyai lebih dari 130 hektar tanah pertanian di California. Karena Sun-Maid adalah produk terbaik, para produsen memiliki kepentingan dalam memproduksi anggur premium kualitas terbaik.

Sekitar 95 % bahan baku anggur Sun-Maid berasal dari Thompson Seedless. Karena anggur tersebut sangat manis, enak dan bisa dibuat kismis yang paling lezat. Dibutuhkan sekitar empat pounds anggur untuk membuat satu pounds kismis. Sun-Maid sendiri memproduksi kismis keringnya secara alami dengan menjemur menggunakan sinar matahari. “Anggur setelah matang, dipetik, lalu dijemur langsung di terik matahari selama 2 minggu, tidak boleh terkena hujan,” ujar Leonard Tjahjadi, perwakilan Sun-Maid di Indonesia. Sun-Maid tidak menggunakan  oven dalam proses pengeringannya, selain dibutuhkan biaya yang besar, juga rasa yang tercipta akan berbeda.

Dalam proses produksinya sendiri melalui jalan yang panjang agar tercipta suatu kismis yang berkualitas tinggi. Walaupun masih menggunakan cara manual dan alami, tetap harus melalui laboratorium pertanian. Untuk pengepakannya sendiri menggunakan mesin otomatis dan sudah di cetak lebih dari 9 bahasa yang berbeda.

                Ketika melalui tahap penjemuran, kismis Sun-Maid mengalami 3 kali proses pencucian untuk menghindari adanya ranting kering, pasir atau daun yang ikut terjemur. Sun-Maid selalu menjaga kebersihan dan kualitas kismisnya. Setelah kering, dilakukan pemilahan kismis antara yang besar dan kecil. “Tergantung dari permintaan dari importir ingin dikirimkan kismis jenis apa, jadi tidak akan mungkin dalam satu karton ada kismis kecil dan besar,” ujar Leonard lebih lanjut.

                Dalam pengepakannya sendiri harus diperhatikan. “Jangan sampai kemasannya bocor, karena kismis mengandung gula dan jika terkena panas, gulanya bisa keluar sehingga membasahi kemasan,” terang Leonard. Selama kemasannya tidak bocor, tidak kotor, tidak lembab, Sun-Maid kismis bisa bertahan lebih dari satu tahun. Untuk mengatasinya, sekarang kemasan Sun-Maid sudah menggunakan plastik yang aman sesuai standar makanan.

 

Pemasaran ke Seluruh Dunia

 

                Walaupun sudah dikenal cukup lama, Sun-Maid tetap melakukan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk. Salah satu cara agar kismisnya tetap dikenal tidak hanya sebagai camilan, dilakukan kerjasama untuk ditambahkan sebagai bahan kue. Di Indonesia sendiri, Sun-Maid sudah dikenal sejak tahun 50-an. Dibandingkan merk kismis yang ada, Sun-Maid sudah menguasai lebih dari 50% pasar Indonesia.

                Sun-Maid sendiri sudah mengantongi sertifikasi internasional dan sertifikat halal. Sun-Maid bisa mengirimkan hingga 1000 ton kismis ke seluruh pelanggan domestic maupun internasional. Dengan lokasi Pabrik Sun-Maid sendiri yang terletak di jalan utama antara San Francisco dan pelabuhan Los Angeles, bisa mempercepat pengiriman barang ke seluruh dunia. Sun-Maid tetap menawarkan produk yang berkualitas dunia hingga saat ini.

 

Pastry&Bakery/@Anita Kartikasari, foto-foto : Brian Binar Putra