fbpx

Bisnis Crepes Renyah di Luar Mal

Royal Crepes baru-baru ini menawarkan peluang usaha makanan dengan pola waralaba, baru-baru ini mengembangkan model penjualan crepes dengan armada gerobak. Ini model waralaba—mendatangi kawasan perumahan, sekolah-sekolah, maupun lokasi lain di mana terdapat pelanggan potensial produk ini.

Produk Royal Crepes berkarakter tipis dan renyah, dengan aneka pilihan topping, baik yang savoury ataupun manis. Dengan belasan varian topping seperti beef burger, sosis, cokelat, cokelat keju, pisang cokelat, pisang cokelat keju, blueberry, strawberry, dan lemon. Harga jualnya antara Rp 2000 hingga Rp 3500.

Royal Crepes didirikan oleh Ferry Kurnia Gunawan dan istrinya, Marcella Cindy Halim, di Bandung pada bulan Desember 2005.

Pada Februari 2007, mereka  melihat peluang membuka cabang/agen di beberapa kota dengan sistem waralaba. Seiring kian banyaknya permintaan kepada mereka, untuk membuka cabang di luar kota, bahkan di luar Jawa.

 

Pilihan investasi

Royal Crepes menawarkan tiga pilihan paket investasi. Mulai dari paket gerobak dorong dengan total investasi Rp 6,5 juta, paket gerobak kayuh dengan total investasi Rp 8,5juta dan paket display Rp12,5 juta.

Untuk setiap paket, mitra akan memperoleh berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk pembuatan crepes, adonan, pakaian seragam operator/penjual, serta pelatihan bagi calon operatornya.

Menurut Darmawan, Marketing Royal Crepes Jakarta, kebanyakan mitra Royal Crepes memilih paket investasi gerobak dorong maupun gerobak dorong. Bukan semata lantaran besaran investasinya lebih kecil dibanding paket display. “Model ini bersifat jemput bola, sehingga berpotensi menghasilkan volume penjualan lebih tinggi,” tutur Wawan saat ditemui Pastry&Bakery di Jakarta pertengahan Maret lalu. 

Lokasi yang strategis untuk model usaha ini adalah kawasan padat perumahan penduduk dan sekolah-sekolah.



Dalam Setahun, 100 Armada

Selain menemui Wawan, Pastry&Bakery juga berbincang dengan Lutfi Ibrahim, 44, Master Franchise Royal Crepes untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dalam kesempatan Dari pria lulusan Teknik Perminyakan Universitas Trisakti ini, kami menggali prospek bisnis sebagai mitra Royal Crepes.

Tahun lalu, Lutfi  memutuskan banting stir: mengundurkan diri dari karirnya di bisnis perbankan—dengan posisi terakhir sebagai  Assistant Vice President di Standard Chartered Bank—untuk merintis usaha sendiri dalam industri makanan. Ia berinvestasi pada beberapa produk waralaba, salah satunya Royal Crepes.

Menurut Lutfi, “Dalam setiap usaha, selalu ada dua kemungkinan: berhasil ataupun gagal. Kita tidak akan pernah tahu akan berhasil atau gagal kalau tidak mencobanya,” urainya, seputar keputusannya untuk meninggalkan kemapanan dalam karir di dunia perbankan untuk terjun ke bisnis kuliner.

Lutfi memberi tips bagi mereka yang ingin berwirausaha dengan model waralaba. Untuk pemula, Lutfi menyarankan sebaiknya pilih yang besaran investasinya kurang dari Rp10 juta.  Tujuannya, meminimalkan kerugian kalau terjadi kegagalan. Jika bisnis yang akan digeluti adalah makanan, usahakan pilih makanan yang enak dan disukai semua kalangan—baik orang tua ataupun anak-anak. Untuk harga, pastikan harga produknya bisa terjangkau oleh segmen pelanggan Anda. Terakhir, perhatikan pesaing—apakah di lingkungan tempat Anda berjualan sudah ada produk serupa.

Dalam bulan pertama Lutfi mengelola 10 armada gerobak Royal Crepes, dengan wilayah operasi di Jakarta Selatan. Dalam setahun, berkembang menjadi 100 armada.

Dengan usaha barunya ini, Lutfi punya lebih banyak waktu untuk keluarganya dan kegiatan spiritualnya. “Dulu saya bekerja untuk mencari uang, sekarang uang bekerja untuk saya,” tambahnya seraya tersenyum.

Melihat kemajuan usaha Lutfi, principal Royal Crepes mengajaknya bekerjasama dan membuka kantor cabang untuk Jakarta dan sekitarnya dengan Lutfi sebagai penanggungjawab. Selain itu, Pria tiga orang anak ini juga membuka dan mengelola sebuah Food Court di Pasar Minggu, Jakarta Selatan,  yang ia jadikan lokasi kantor cabang dan operasional Royal Crepes di Jakarta. P&B (NA)

 

 

Boks:

 

Analisis Usaha Mitra Waralaba Royal Crepes

 

Paket Gerobak Dorong

 

Investasi awal: Rp 6.500.000

 

Pemasukan                                          

 

 

Pengeluaran

                                                                                                                                        

                                                                                                  Rp. 3.900.000

 

Net profit per bulan (± 35,75%)                      : Rp. 2.162.500

Break Event Point (BEP)                                   : 3 bulan