fbpx

Sisca Soewitomo - Ilmiu, Pendongkrak Percaya Diri

    Wajahnya yang cantik sudah akrab di layar televisi sejak tahun 90- an. Tak hanya terkenal di layar kaca, Sisca juga dikenal sebagai pembawa demo masak hingga seantero Indonesia, Sisca juga kerap menjadi bintang iklan di produk-produk kuliner.

Selepas menyelesaikan pendidikannya di Akademi Pariwisata Trisakti pada tahun 1976, Sisca Soewitomo yang mengambil jurusan F&B non production ditawari menjadi asisten dosen. Pada saat yang sama, ia ditawari menempati posisi sebagai executive secretary school of baking di tempat yang sama. “Sekolah ini sesuai dengan program pemerintah di masa pemerintahan Presiden Soeharto. Pada saat itu memang sedang dilakukan program kampanye diversifikasi pangan non-beras dengan memperkenalkan penggunaan gandum untuk dibuat menjadi mie dan roti,” kenang Sisca. Pada masa tersebut, guna mendukung keberhasilan program tersebut, Sisca melanjutkan pendidikannya di China Baking School di Taipei, Taiwan. “Disana saya belajar teknologi pengolahan roti. Sepulang dari Taiwan, saya kembali mengajar di Trisakti dengan mata kuliah tersebut,” lanjutnya.
 
Percaya Diri
     Kesempatan belajar tak berhenti di situ saja, Kali ini Sisca memperoleh beasiswa untuk menuntut ilmu di American Institute of Baking di Kansas, Amerika Serikat. “Saya makin yakin untuk memacu diri untuk tak berhenti berkarya, walaupun saat melanjutkan pendidikan di Amerika sudah memiliki dua orang anak. Saya merasa talenta yang dipercayakan oleh Tuhan harus terus saya asah dan dibagi kepada sesama, dan berkat ilmu yang saya pelajari hingga mancanegara makin meningkatkan rasa percaya diri,” ujar wanita kelahiran Surabaya ini. Selain kepercayaan diri, Sisca menyadari bahwa untuk menghasilkan masakan, kue atau produk-produk pastry adalah dengan memahami fungsi dari bahannya sendiri, Wajahnya yang cantik sudah akrab di layar televisi sejak tahun 90- an.
      Tak hanya terkenal di layar kaca, Sisca juga dikenal sebagai pembawa demo masak hingga seantero Indonesia, Sisca juga kerap menjadi bintang iklan di produk-produk kuliner. Ilmu, Pendongkrak Percaya Diri Itu saja kuncinya,” ungkap ibu dari tiga orang anak dan tiga orang cucu ini kepada Pastry&Bakery. Imbuhnya lagi, “Kalau penampilan cake atau sajian cantik adalah kreativitas. Sesuatu yang menarik juga harus didukung oleh rasa yang enak. Maka pemahaman fungsi bahan dan ketepatan bahan menjadi sangat penting.” Dunia mengajar baru ia tinggalkan setelah 15 tahun berkarya. Sisca melanjutkan karirnya di sebuah majalah wanita ternama di Ibukota hingga tahun 1995. Kemudian ia berkarir selama lima tahun di sebuah produsen makanan beku sebagai Product Development Manager. Berkat kepiawaiannya
mengutak atik resep dan pengalaman di bidang mengajar, pada tahun 1997, Sisca ditawari mengisi acara masak-memasak di sebuah televisi swasta nasional. Acara memasak tersebut terbukti meledak, Sisca makin terkenal dan banyak diundang menjadi pendemo masak di mana-mana.
 
Penuh Cinta
        Wanita yang memiliki nama lengkap Sis Cartica Soewitomo sudah tak asing dengan dapur. Sejak kecil ia mengaku sudah jatuh cinta dengan memasak. Maka, saat ia memutuskan keluar dari Fakultas Kedokteran karena menikah dengan alm. Soewitomo Soeleiman dan disusul kelahiran dua orang anaknya, Sisca tetap bertekad menuntut ilmu namun yang masih berkaitan dengan hobby-nya tersebut. “Saya sangat menyenangi dunia ini, jatuh cinta pada pandangan pertama,” ujarnya sambil terkekeh. Dunia kuliner adalah hidup dan cinta seorang Sisca. Berawal dari kecintaannya  masuk dapur dan mengolah sajian untuk keluarga dan teman-teman, berlanjut memasuki dunia pendidikan yang berkaitan dengan memasak, menghantarkan mengenal penjuru dunia, menimba ilmu ke mancanegara, hingga saat kini menjalankan profesi sebagai pendemo, food stylist dan culinary consultant, Sisca juga terjun ke dalam bisnis dengan membuka gerai Dapur Enak Sisca Soewitomo yang terletak di Eat&Eat lantai 3 Kelapa Gading Mall 5, Jakarta Utara.
        Semuanya menurut Sisca adalah berkat cinta Sang Pemilik Hidup serta cinta dari alm. Soewitomo Soeleiman yang selalu memberikan support dalam menjalani karirnya. Maka Sisca selalu menekankan pada tiap demonya, agar pada saat memasak harus dilakukan dengan perasaan penuh cinta. Bahkan dalam menjalani profesinya sebagai pendemo atau mengajar, tidak bisa asalasalan. “Selain kita harus mengerti benar mengenai bahan-bahan yang dipergunakan, Apalagi jika dipercaya untuk mendemokan produk, harus mengerti betul fungsi bahan, sehingga pada saat demo, pihak yang mempromosikan produk dan peserta demo sama-sama merasa puas, saya sendiri yang menjalaninya juga senang,” jelas Sisca. Lanjutnya, “Setelah saya terjun penuh sebagai pendemo, saya ingin lebih bersahabat dengan ibu-ibu rumah tangga, dekat dengan pehobi masak, bahkan bapak-bapak yang berminat dalam hal memasak, karena memasak itu adalah hal yang menyenangkan. Saya juga menularkan agar pada saat memasak dilakukan dengan hati yang senang, rasa cinta yang kuat agar menghasilkan makanan yang lezat. Contoh yang paling gampang adalah seorang ibu tak pernah membuat masakan yang tak enak untuk anaknya, karena dibuat dengan rasa cinta,” terang wanita yang berulang tahun setiap 8 April ini.
 
Penulis Best Seller
      Selain menjalankan bisnis Dapur Enak Sisca Soewitomo dan berbagai kesibukan sebagai pendemo, Sisca juga terbilang produktif menghasilkan berbagai buku resep. Dalam satu tahun Sisca bisa menghasilkan 12 buku. Tah heran sampai saat ini sudah sekitar 75 judul buku sudah diterbitkan. Menurut Sisca, menulis resep yang dipublikasikan, penulis harus bisa memformulasikan bahan-bahan dengan baik, sehingga pada saat pembeli atau pembaca resepnya mempraktekkan, bisa berhasil dan dapat membanggakan dirinya bahwa mereka berhasilmembuat suatu masakan atau kue. “Para pemula tak perlu tahu komposisinya. Penguasaan bahan dan komposisi-nya harus dikuasai oleh penulis buku resep dan pendemo masak, karena akan memberikan kekuatan lebih. Resepresep yang saya reka, saya jamin akan berhasil karena selalu dilakukan uji coba sebelum benar-benar bisa dipublikasikan,” ujar Sisca dengan nada bangga. Tak heran kepiwaian dan kedisiplinan Sisca dalam mereka-reka resep untuk buku-bukunya diganjar sebagai penulis buku yang best seller.
      “Saya selalu menuliskan resep yang mudah diikuti. Memberikan resep yang tidak menyesatkan adalah tanggung jawab moral sebagai penulis buku,” ujar Sisca. Untuk memperoleh berbagai ide-ide yang dituang sebagai resep menarik, Sisca mengaku banyak bertanya kepada orangorang di sekitarnya atau orang-orang yang ia temui. “Kita harus banyak berkomunikasi dengan keinginan pemesan resep. Biasanya jika berkaitan dengan produk atau untuk promosi. Jika untuk buku, saya juga mencoba jeli, kira-kira siapa yang akan membeli buku resep tersebut. Kalau pembelinya umur 30-an pasti berbeda untuk resep menu makanan sehat,” terang Sisca. Tak cukup puas sebagai penulis buku resep yang puluhan kali cetak ulang, Sisca masih memiliki mimpi untuk membuat tempat makan yang menyajikan masakan khas rumahan. “Doakan saja cepat terwujud,” pintanya sambil menutup pembicaraan yang hangat dengan suguhan Tongseng Sapi yang nikmat olahan Sisca Soewitomo.