fbpx

Tak Pernah Bosan Untuk Belajar dan Berkarya

Naluri terjun ke dalam dunia kuliner khususnya bakery ternyata tak menciutkan nyalinya untuk terus berkembang. Tak pernah terpikir olenya bahwa ia telah menjadi seorang pakar yang sering diundang dari kota ke kota bahkan luar negeri. Seperti yang dituturkan Vonny Indrawati Mulyono, pengajar kuliner dari tempat kursus ‘Indra Baking & Cooking School’ berikut:

Kendati usianya sudah lebih dari separuh abad, namun perjalanan karir wanita kelahiran dan besar di Malang, Jawa Timur ini cukup meroket. Ia adalah Vonny Indrawati Mulyono (61 th), ibu dengan 2 putra dan putri yang berperan sebagai Owner, Food Specialist hingga Consultant

Sosok pribadi yang berperawakan tegas dengan senyum yang selalu mengembang adalah ciri khas yang dimiliki oleh ibu yang satu ini. Setidaknya itulah yang tertangkap oleh Pastry&Bakery saat bertemu beberapa waktu lalu.

Hobi Bikin Kue

Perkenalan Vonny dengan dunia bakery diawali dari rumah. Wanita pemilik tempat kursus Indra Baking & Cooking School ini menceritakan tentang awal kecintaannya pada dunia bakery yang ternyata diturunkan dari sang nenek dan ayah.

Sejak kecil, kira-kira masih duduk di bangku SD, saya memang suka sekali masak. Apalagi lingkungan tempat tinggal saya memang mendukung, karena nenek dan ayah saya membuka usaha pesanan makanan, seperti kue-kue ataupun masakan. Sedikit demi sedikit saya juga ikut belajar memasak dari nenek dan ayah. Waktu kecil saya masih ingat, karena ingin bisa membuat makanan, maka kue yang pertama kali saya buat adalah warmball, semacam roti manis tanpa isi. Yang menarik dari kue ini adalah resepnya, karena saya harus berjuang untuk mencuri resep kue ini dari ayah yang selalu menyimpannya rapi di lemari khusus. Hasilnya mantap lho,” tutur Vonny sambil bernostalgia.

Vonny kecil terbilang sangatlah tomboy. Kegemarannya bermain layangan dan bergaul dengan teman-teman laki-laki tak membuat naluri berkreasi di dapur menjadi pupus. Walaupun sejak kecil cita-citanya ingin bergabung dalam korps di Angkatan Laut, namun harapan itu harus sirna karena ditentang oleh sang Ayah. Keluarga saya menginginkan saya kelak bekerja sesuai kodrat saya sebagai wanita. Untung saja hobi saya yang suka bikin kue masih melekat di otak. Jadi saya tidak perlu repot-repot atau terpaksa untuk menuruti perintah orangtua,” tutur Vonny yang terlahir sebagai anak ke 3 dari 6 bersaudara.

Untuk mengasah talenta Vonny dalam bidang baking & cooking, perjalanan yang dilaluinya tidak begitu saja mudah diraih. Profesi yang dilakoninya sampai saat ini merupakan sebuah perjalanan panjang yang sudah dijalani selama kurang lebih 42 tahun. Singkat cerita, setelah lulus dari sekolah perhotelan di Bali, saya mutuskan untuk serius menekuni bidang ini. Hingga akhirnya saya bisa membuka sekolah baking & cooking, disusul membuka gallery dan toko swalayan bahan-bahan dan alat kue-kue,” paparnya saat mengingat kembali perjalanan singkat awal karirnya.

Karir Sebagai Pebisnis Bakery

Naluri terjun ke dalam dunia baking ternyata tak menciutkan nyalinya untuk terus berkembang. Padahal, tak pernah terpikir oleh Vonny bahwa suatu saat nanti ia akan menjadi seorang pakar baking & cooking yang sering diundang ke berbagai kota di seluruh pelosok Indonesia, bahkan sampai ke mancanegara.

Dari pengalaman dan pendidikan yang dilaluinya dengan berpergian ke luar negeri seperti negara-negara Asia, Australia, Amerika, hingga ke Eropa, selalu menjadi aktivitas yang harus dilakoninya. Vonny mengaku mendapatkan ‘guru yang baik’ selama berada tempat tersebut. Ia pun menyadari bahwa di manapun ia berada, ia akan selalu belajar untuk kelanjutan dan kemajuan karirnya di bidang baking & cooking.

Lantas apa yang makin memantapkan Vonny di jalur baking & cooking sebagai pilihan karirnya. Ia memiliki jawaban tersendiri yang bisa menjadi pegangan hidup. “Setiap hari manusia pasti makan. Karena makanan adalah kebutuhan pertama yang musti dikonsumsi. Jadi bekerja dibidang ini, menurut saya adalah pekerjaan yang tak pernah ada habisnya. Nah, coba perhatikan sekarang ini semakin banyak orang yang berduyun-duyun untuk mengembangkan bisnis makanan, dari situlah saya mulai terusik untuk berkembang dan ingin berinovasi dalam dunia baking & cooking,” tuturnya.

Tidak cukup hanya itu saja, Vonny juga mulai menyebarkan pesona ilmunya agar bisa dimanfaatkan oleh pecinta kuliner lainnya. Dari hobinya memasak dan suka mengutak-atik bahan di dapur serta kecintaannya terhadap baking ini sering juga dituangkan sebagai bahan mengajar sekolah kursus yang dibinanya. Ide-idenya memang tak pernah kering, berbekal ilmu dan pengalaman, ia siap memadupadankan berbagai bahan yang ditemuinya. Tak heran di usia yang bisa dikatakan lebih dari separoh abad, Vonny masih sempat menulis buku resep masakan dan jajan basah.

Dengan semua pengalaman dan kehandalan yang dimilikinya tidak membuat ibu ini sombong, ia juga tidak pelit dalam berbagi ilmu resep untuk siapa saja yang membutuhkan. Karena menurutnya ilmu pengetahuan tidak akan habis meskipun dibagikan kepada banyak orang.

Berkreasi Itu Penting

Seperti yang diungkap dalam buku resep The Magic of Agar-Agar yang merupakan salah buku karya Vonny, tantangan baginya yang paling dirasakan adalah kemampuan menciptakan kreasi hidangan baru. Untuk urusan yang satu ini, Vonny memiliki pandangan pasti. Selain cita rasa yang diutamakan, penampilan dari makanan juga harus disesuaikan untuk menarik perhatian.Yang terpenting untuk menciptakan itu semua. “Kita harus terus pandai berkreasi dan berimajinasi, karena itu sangat penting,” ungkap Vonny dengan ramah.

Satu harapan yang meyakinkan Vonny sebagai pakar kuliner, ia ingin berkarir hingga tak mampu lagi berfikir untuk mencipta dan mengkreasikan resep baru, sehingga sampai kini tak pernah terbesit kata-kata bosan saat melakoni profesi ini.

Kini Vonny masih aktif sebagai pendemo masakan yang mau tidak mau juga menyita waktunya untuk bertandang dari satu kota ke kota lain dan didaulat untuk mengajarkan beberapa materi demo masak di luar negeri. Nah, sebagai instruktur kuliner yang profesional, Vonny mengharapkan segala materi yang telah disampaikan bisa bermanfaat seperti motto yang terpatri dalam dirinya, wanita yang mempunyai keterampilan membuat kue dan memasak adalah wanita yang mampu mewujudkan dirinya untuk sumber daya kesejateraan keluarga.

Pastry&Bakery/Retno Palupi, foto-foto : dok. pribadi dan Bambang