fbpx

The Power Of Dreams

H. Komaruddin, pemilik usaha bakery Mar Donuts Special yang berbasis di kawasan Gongseng, Cijantung, Jakarta Timur, telah membuktikan bahwa karakteristik produk makanan, atau keunggulannya dibanding produk kompetitor, bukan satu-satunya faktor yang menentukan produk tersebut sukses di pasar. Ada beberapa faktor lain yang tak kalah
penting: merek produk, kemasan,dan saluran penjualan!
      Ia memulai usaha ini pada 1994 dengan brand Vertisi Donuts. Dimulai dengan memproduksi sekitar 300 donat per hari. Dengan kemasan dari plastik mika tembus pandang. Saluran penjualannya: toko dan warung di sekitar tempat tinggalnya, dengan sistem konsinyasi.
       Apa yang terjadi kemudian, usahanya seret, bahkan beberapa kali Komaruddin menyetop produksi karena tingkat retur produknya relatif tinggi. Sebelum ia mendapat inspirasi untuk melakukan serangkaian perubahan, termasuk mengganti brand produknya menjadi Mar Donuts Special. Mar adalah singkatan namanya: Komaruddin.
       Ia mengganti kemasan produknya, dari plastik muka tembus pandang menjadi kemasan karton.
Pria asal Nusa Tenggara Timur inipun menanggalkan modus penjualan secara konsinyasi di toko maupun warung-warung. Ia berpaling ke penjualan secara door to door ke kantor-kantor. Sementara itu, ia pun merintis penjualan ke pabrik-pabrik yang jumlah karyawannya relatif besar.
       Dengan serangkaian langkah tersebut, Komaruddin mulai menikmati pertumbuhan usahanya.    
     Bukan hanya tingkat retur produknya yang menurun tajam, tapi volume penjualannya pun melesat naik.
       Walhasil, usaha donat yang dulu mungkin dipandang dengan sebelah mata oleh sebagian orang di sekitarnya, telah membawa perubahan besar dalam hidup Komaruddin dan keluarganya. Dulu, ia tinggal di sebuah rumah petak kontrakan, yang biasanya hanya terdiri dari satu ruang tamu, satu ruang tidur, dan satu dapur. Di situ ia tinggal bersama istri dan anaknya. Di situ pula mulai memproduksi donat.
      Seiring pertumbuhan usahanya, Komaruddin bisa membeli sebidang tanah dan mendirikan bangunan di atasnya, untuk rumah tinggal keluarganya sekaligus dapur produksi donat. Lambat laun ia bisa membeli tanah yang luasnya sekitar 250 meter persegi rumahnya, dan mendirikan bangunan untuk dapur produksi sekaligus salah satu outlet sekarang.