fbpx

Pelukis dalam CAKE DECORATING

Satu hari di ruang kerja Tan See Fong di PT Trans Standard International,di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Ruang kerja itu berukuran sekitar 3 X 3 meter.Pada dinding belakang meja kerjanya,terpajang sebuah lukisan dengan subyek naga berwarna emas. “Ini lukisan buatan saya sendiri,” ujar Tan See Fong kepada Pastry&Bakery yang menemuinya siang itu. Tan See Fong adalah Master of Cake Decoration dari Malaysia. Ia juga salah seorang owner PT Trans Standard International, supplier bahan, peralatandan utensil untuk memenuhi industri bakery.


Dari sini pembicaraan kami berkembang

ke soal minatnya yang besar pada seni

lukis sejak ia masih kanak-kanak. Minat

yang kemudian ia arahkan sendiri ke

bidang cake decorating. Dan inilah salah

satu kekuatannya dalam cake decorating.

Dari hanya mencoba mengaplikasikan

minat melukisnya pada dekorasi kue,

ternyata karya-karya dekorasinya

mendapat apresiasi bagus dari

konsumen. Apresiasi yang tak lantas

membuat Tan See Fong “termakan puji.”

Ia malah mempelajari dan menggali

lebih dalam berbagai aspek dalam

cake decorating. Dan secara bertahap

menggabungkan teknik melukis dari

kebudayaan Timur dan Barat dalam karya

dekorasi kuenya. Menghasilkan gaya

dekorasinya sendiri yang unik.

Melawan Keadaan

Dalam usia 14 tahun, Tan See Fong

mendapati kenyataan pahit bahwa toko

confectionery bernama Mei Chong Sdn

Bhd milik ayahnya di Malaka, Malaysia,

tak seterkenal dua toko sejenis yang

lebih dulu eksis. Lebih pahit lagi, ia acap

mendengar omongan orang

bahwa produk decoration

cake dari toko itu kalah

menarik, baik dalam hal

penampilan maupun

citarasanya. Ini salah satu

alasan mengapa toko milik

sang ayah kalah populer.

Pada kurun waktu yang

sama, Tan See Fong mulai

menyukai kegiatan piping:

menggunakan pipet untuk

menyemprotkan krim sebagai bagian dari

proses mendekorasi kue. “Sejak kecil saya sangat

menyukai kesenian, terutama melukis.

Maka saya mencoba melukis di atas kue,”

kenang pria kelahiran 20 Juni 1967 ini saat ditemui

Pastry&Bakery di Jakarta awal Juni lalu.

Kritik pedas soal kualitas dekorasi produk di

toko ayahnya itu membangkitkan emosinya

untuk “melawan” dan membalik keadaan.

“Saya harus bikin cake yang dekorasinya

lebih lebih bagus, lebih enak, lebih spesial—

dan lain dari yang lain,” ujar Tan See Fong,

menggambarkan tekadnya waktu itu.

Hasilnya, karya dekorasinya mendapat

apresiasi positif konsumen. Reputasinya

sebagai ahli decoration cake meluas dari

waktu ke waktu. Berefek meningkatnya

pesanan decoration cake ke toko milik

keluarganya itu. Dan, popularitas tokonya

pun terangkat.

Membangun Reputasi

Dengan potensi besarnya, ia menyadari

perlu waktu lebih lama untuk membangun

dan meluaskan reputasinya. Bila ia hanya

mengandalkan informasi “dari mulut ke

mulut” tentang potensinya. Maka pria

yang biasa disapa Alex ini merasa perlu

untuk lebih mengangkat dan meluaskan

reputasi itu melalui kompetisi-kompetisi

cake decorating. Untuk pertama kalinya ia ambil

bagian pada kompetisi cake decorating

pada 1987 di Malaysia. Yakni pada

National Best Decorated Cake Award

yang diadakan sebuah perusahaan

produsen ingridien. Hasilnya, ia

memperoleh gelar juara ketiga untuk

Katagori Kue Pangantin.