Rakernas APJI 2017 Optimalisasi Potensi Usaha Jasa Boga Melalui Digital Marketing

PastryBakery.com, Surabaya – Perkembangan dunia bisnis di bidang kuliner makin hari makin berkembang. Dan Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu wilayah yang juga mengikuti perkembangan kuliner pastinya juga mengalami imbasnya perkembangan bisnis kuliner juga.

Salah satu usaha kuliner yang mengalami perkembangan serta banyak dilirik oleh para UKM yaitu usaha jasa katering. Namun sayangnya kebanyakan para pelaku usaha di bidang jasa boga ini masih banyak yang belum tanggap akan standar pelayanan konsumen dan paham akan tata cara penyajian hidangan.
Rakernas ke-4 yang berlangsung selama 4 hari ini akan diisi dengan berbagai agenda antara lain pameran, seminar Nasional oleh praktisi digital marketing, sidang-sidang komisi. Selain itu setiap harinya dimeriahkan oleh berbagai perlombaan terkait boga seperti lomba rujak cingur, plating set menu tradisional Jawa Timur dan lomba jajan pasar yang disponsori oleh Rose Brand
Oleh sebab itu, Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan yaitu Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke IV  yang kali ini jatuhnya di Provinsi Jawa Timur dan dilaksanakan di kota Surabaya.  Kegiatan Rakernas yang akan menyosialisasikan tentang standar operasional prosedur dalam membuka jasa boga ini akan berlangsung selama tiga hari mulai hari Selasa hingga Kamis tepatnya tanggal 24 – 27 Oktober 2017 dengan mengangkat tema “Optimalisasi Potensi Usaha Jasa Boga Melalui Digital Marketing”.
“Dalam menjalankan bisnis jasa boga ada banyak sekali hal yang harus diperhatikan.  Higienisnya makanan bagaimana, sertifikasi makanannya serta aturan hukum sanitasinya” ucap Rahmawati selaku Ketua Panitia Rakernas APJI 2017, saat jumpa pers di Garden Palace Hotel Surabaya
Tidak hanya itu saja, saat ini masih banyak pengusaha kuliner terutama di industri yang hanya mengunggulkan produk kuliner yang murah, padahal banyak hal yang perlu juga diatur dalam bisnis jasa boga. Misalnya untuk menjual produk mi, bagaimana memasaknya, ada SOP-nya, serta seperti apa penampilan juru masaknya seperti harus pakai selontongan tangan, harus memakai penutup kepala, harus mengenakan sepatu dan lain-lain” ungkapnya. Bahkan dalam penyajian ke konsumen pun harus diperhatikan misalnya harus menggunakan alas daun atau mika, lalu harus ada cara penyajian maksimal berapa jam dan beberapa aturan lainnya “Termasuk bagaimana kotak makanannya, bahan makanannya, dan lain-lain” ucapnya. Hal itu dilakukan agar mutu dari layanan jasa boga Indonesia bisa dipercaya oleh konsumen.  
Dalam Rapat Kerja Nasional Ke-IV ini pun menurut Ika Prasanti selaku Ketua Rakernas APJI mengungkapkan bahwa pengurus APJI akan mengoptimalkan potensi usaha jasa boga melalui digital marketing. Melihat perkembangan digital marketing yang makin pesat kemajuannya dan banyak menguntungkan masyarakat dalam berbagai bidang sehingga sudah waktunya bagi APJI memanfaatkan digital marketing.
“ salah satu alasannya, karena digital marketing punya jangkauan tanpa  batas. Melalui digital marketing kami mengharapkan para mitra kerja, mitra usaha, mitra binaan dan mitra permodalan dapat terbantu untuk lebih mengoptimalkan dan memperluas jangkauan untuk potensi usahanya agar dapat menghasilkan profit yang lebih baik,”ujarnya.

Adapun yang bisa menjadi anggota APJI ini bisa seluruh jenis usaha jasa boga tak hanya katering melainkan juga supplier kerupuk, penyedia makanan tertentu, sampai perangkat pendukung katering seperti alat makan dan sejenisnya. Menurut Ketua Panitia II Rakerna APJI 2017 Rahmawati “Persyaratan menjadi anggota APJI sendiri sangatlah sederhana yaitu mempunyai usaha kuliner dan siapapun boleh ikut”.
Tak lupa juga beliau mengungkapkan kepuasaannya pada Rakernas APJI 2017 “ Alhamdulilah peserta pameran hampir 50 % dari perwakilan Jawa Timur dan 50 % dari luar Jawa Timur.  Dan untuk perlombaan kurang lebih diikuti oleh 150 peserta dari anggota APJI”. Selain itu APJI sendiri ingin  menunjukan bahwa Indonesia mempunyai asosiasi jasa boga yang selama ini belum diketahui atau belum  mendapatkan dukungan dari pemerintah sendiri. Dan inginnya asosiasi ini bisa menjembatani antara pemerintah dan para jasa boga sendiri. Di setiap bulan juga ada pertemuan atau even acara pusat bagi para pengusaha-pengusaha kuliner misal pelatihan multi produk rekom dari pusat MOU dengan kementrian dan dari situ disalurkan ke  DPD setiap wilayah provinsi. *PB/Puji. Foto Dok : Bembenk