Jacinta Yu & Complete Deelite - Langganan Para Selebritas Hong Kong

     Berani investasi serta membuat hal yang di luar batas, mungkin inilah yang pantas untuk diberikan oleh Complete Deelite.

Jacinta Yu sebagai generasi kedua dari sebuah toko khusus menjual perlengkapan bakery sejak 2004, mengakui tantangan menjalankan bisnis ini bukan hal yang mudah. Pastry&Bakery sempat mampir mengunjungi markasnya di kawasan elit, Central Hong Kong belum lama ini. Jacinta banyak bercerita soal inovasi-inovasi yang sudah dan bakal dilakoninya. Perempuan yang dulu bekerja di bidang fashion di New York banyak bercerita seputar apa saja yang ada di kepalanya untuk memajukan bisnis yang diwarisi dari ibunya, Agnes Yu.

 

      “Saya harus berani membuat inovasi yang mungkin orang lain belum berani melakukannya. Membuat sesuatu yang kadang mengeluarkan biaya yang tidak sedikit,” ungkap perempuan yang masih betah melajang di usia 40 tahun ini. Kepada Pastry&Bakery dia memamerkan bagaimana toko miliknya yang baru saja direnovasi hingga interiornya menjadi lebih luas. Jacinta juga tak pelit berbagi cerita bagaimana harus menyewa satu lot toko di kawasan Central yang mengeluarkan biaya sekitar HKD 40.000 per bulan (sekitar Rp 90.000.000) guna melebarkan bisnisnya. “Saya mungkin termasuk ambisius, tapi bila tidak melakukan itu, pelanggan akan bosan dengan suasana yang ada. Belum lagi permintaan suplier untuk menyediakan ruang display yang lebih besar,” ungkapnya memberi alasan.

     Saat melangkah ke dalam suasana toko, memang terasa jauh lebih nyaman. Deretan perlengkapan pastry mencapai 3000-an item ditata dengan display yang cantik. Masih di toko yang baru disewanya itu sebuah ruangan dibuat untuk pelebaran workshop yang digunakan untuk mengajar beragam materi baking dan cake cake decorating. Jacinta menyebutkan konsep toko yang menyediakan kursus sekaligus perlengkapan baking dan cake decorating bakal menjadi kekuatan tersendiri untuk bersaing dengan deretan cake shop yang makin menjamur. Berbagai cake shop yang menarik dengan aneka kreativitas dekorasi pasti membutuhkan jasa seorang cake decorator yang mampu menerjemahkan keinginan pelanggan. “Tidak apa saya mengeluarkan duit yang mungkin terlalu banyak di saat kondisi ekonomi seperti ini. Memang ibu saya memang sempat menentang ide ini, tapi saya percaya bila investasi untuk mengembangkan usaha harus berani. Sepanjang resikonya terukur,” imbuh Jacinta.

Berani Melakukan Investasi


     Dia juga tidak pelit berbagi trik bagaimana bisa balik modal dengan investasi yang dikeluarkan. Menurut perempuan yang pernah masuk sebagai  The Most Awarded Cake Decorator in Hong Kong 2010-2012 menyebut dengan bundle product dan kusus pastry, tentunya bisa menjadi daya tarik tersendiri di kalangan pelanggan. Misalnya untuk mengikuti kursus menghias cake yang dibanderol seharga HK$ 588 (sekitar Rp 1.000.000) dia memberikan voucher diskon sebesar 30 persen yang bisa digunakan untuk berbelanja di tokonya. Atau sebaliknya, pelanggan yang telah berbelanja sebesar HK$ 500 diberi voucher seharga HK$ 100 yang bisa digunakan untuk mengikuti kursus menghias maupun membuat aneka pastry maupun sugar confectionary di Complete Deelite. “Jadi kedua belah pihak bisa saling mendukung. Tidak ada yang berjalan sendiri-sendiri. Sehingga pemasukan kami prediksi akan BEP setahun ke depan,” ungkapnya berbagi rahasia. Soal yang satu ini dia juga menyarankan, bagi mereka yang ingin menekuni bisnis pastry untuk tidak takut membuat sesuatu yang berbeda maupun menjalin pakarpakar di bidangnya. Salah satu kiatnya menjaga loyalitas pelanggan adalah dengan menjadi agen eksklusif David MacCarfree, seorang ahli cake asal Liverpool, Inggris untuk wilayah Hong Kong, Malaysia, Jepang, Korea dan China. Melalui kerja sama ini, pihak yang ingin mengundang atau mempelajari teknik royal icing dan bakery langganan kerajaan Inggris harus melalui Complete Deelite. “Sangat sulit meyakinkan pria yang memang lebih dari 30 tahun pakar di bidang bakery untuk diajak kerja sama. Namun setelah 2 tahun ini, kami yakin partner yang baik tentu akan membawa sesuatu yang baik pula,” imbuh Jacinta.

Langganan Para Selebritas


     Atas konsistensinya menekuni sekaligus profesional di bidang bakery, belum lama ini dia dengan bangga menyebutkan salah satu cake karyanya yang bertajuk Superstar Athlete Cake dipesan oleh Coco Lee. Dia bercerita, untuk yang satu ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Mengingat Coco adalah penyanyi kondang di Hong Kong dan Taiwan. Cake tiga lapis yang dihias aneka figurine, sugar confectionary bertema sportif bahkan dimasukan oleh Coco dalam halaman weibo milik artis yang pernah tampil di ajang Academy Awards 2001. Sebagai topping hiasan, Jacinta menggunakan creme sugar yang dibentuk seperti lautan salju yang memutih. Plus sugar icing yang diberi warna biru laut untuk kesan ombak laut yang eksotis. Kesan sportif semakin kuat dengan adanya hiasan lapangan tennis dan golf yang dibuat dari icing sugar maupun krim susu warna hijau tua, hijau muda layaknya lapangan olah raga. Atas kreasi inilah sosok Jacinta sontak menjadi perbincangan karena mampu menampilkan cake yang unik, kreatif dengan tema yang unik pula. Untuk mendapatkan paduan warna yang pas antara putih dan biru, Jacinta tidak menggunakan air brush. Namun menggunakan kuas yang digunakan untuk melukis seluruh permukaan cake dengan cita rasa vanilla dan pisang yang jadi favorit Coco Lee. “Saya puas dengan kreasi ini, saya sendiri harus turun untuk menangani permintaan Coco yang sudah menjadi pelanggan saya sejak dua tahun terakhir. Tentu saja penghargaan dari Coco Lee membuat saya terpancing untuk membuat sesuatu yang berbeda di masa mendatang,” begitu tekad kuat Jacinta. Kreasi perempuan ramah ini agaknya tidak hanya sampai di situ. Terinspirasi dari rose bouquet yang kerap jadi hantaran untuk orang-orang terkasih, Complete Deelite baru saja menyelesaikan kursus pembuatan Classic Rose Bouquet Cake yang baru saja dibuka awal November silam. Kreasi ini
menggabungkan vanilla cake berdiameter 15 cm namun seluruhnya diberi topping bunga rosse warna merah tua, pink hingga peach yang terbuat dari krim gula. Peserta yang semuanya adalah perempuan tentu menjadi pengalaman tersendiri dibandingkan mengikuti kursus menghias cup cake biasa. “Ternyata cake bisa menjadi layaknya sebuah bouquet bunga, kadang saya merasa sayang bila harus memakan itu,” ungkap Jenny Chang salah satu peserta kursus. Dia mengaku tidak sayang meski harus mengeluarkan duit sebesar HK$ 688 (sekitar Rp 1.2 juta) untuk 4 jam kursus. Setelah mengikuti kursus ini dia mengaku tertarik untuk mencoba sekali lagi di rumah dan berharap bisa membuat toko online yang menerima pesanan Bouquet Rose Cake.

Broken Rose Magic Cake


     Tak hanya puas berjaya untuk wilayah Hong Kong, awal November silam Jacinta turut diundang dalam Wilton Seminar di Shanghai, China. Di sana bersama beberapa cake decorator dari Jepang, Taiwan, Inggris, Amerika Serikat untuk berbagi pengalaman seputar tren cake yang bakal diminati tahun depan. Di sana Jacinta dan beberapa cake decorator diminta untuk menyajikan salah satu kreasi yang bakal menjadi masterpiece di tahun mendatang. Untuk mencuri perhatian sesama cake decorator, Jacinta membuat sebuah cake bertema Broken Rose Magic Cake. Bila diperhatikan bentuk cake kreasinya memang unik, yaitu sebuah cake 7 tier (lapis) setinggi 1.2 meter yang dibentuk condong/miring. Aneka hiasan bunga dari sugar confectionary serta cake vanilla plus aneka hiasan ranting kayu sebagai topping membuat unik siapapun yang melihatnya. “Saya ingin membuat cake dengan bentuk yang berbeda dari yang sudah pernah ada. Nantinya bentuk hiasan cake akan berbeda dan unik dari yang sudah pernah ada. Saya mencoba membuat dengan bentuk yang unik agar bisa membuatnya berbeda namun tetap mengutamakan cita rasa yang unik,” ungkap Jacinta yang mengaku terinspirasi dari bentuk menara Pisa yang condong sebagai salah satu inspirasinya.Untuk membuat bentuk yang unik seperti itu. Selain membutuhkan lebih dari 50 kilogram telur, sebuah rangka cake dari kawat baja digunakan untuk menahan agar bentuk cake tetap stabil meski dengan bentuk yang tidak biasa. Dari kreasi ini dia ingin merangsang agar murid-murid yang kursus pada dirinya maupun cake decorator lainnya mampu membuat bentuk-bentuk yang lebih menarik dan tidak sekedar berbentuk bulat, persegi atau yang sudah pernah ada sebelumnya. “Cake sekarang tidak sekedar bentuk yang biasa. Anda lihat sendiri bentuk cake sudah ada yang terbentuk seperti tas, sepatu, lapangan olah raga maupun bentuk apapun yang ada. Jadi terus berkarya dengan bentuk yang tidak pernah ada sebelumnya,” pungkas Jacinta yang berharap 2014 bisa menambah satu buah outlet lagi.