fbpx

Cream and Lace Wedding Cake Bisnis Menjanjikan

Cream and Lace hadir meramaikan pasar bisnis wedding cake di tahun 2011. Cream and Lace adalah second brand dari Le Novelle yang lebih dahulu eksis di tahun 2004. Kemunculan second brand ini dilandasi oleh keinginan Dion Riyadi sebagai penerus bisnis keluarga untuk memenuhi keinginan customer dengan dana terbatas.

 

     Masyarakat lebih dahulu mengenal Le Novelle dengan produk-produknya costumized. Keseluruhan pilihan bentuk, dekorasi dan rasa disesuaikan dengan keinginan customer. Tentu saja pelayanan seperti hal tersebut berkaitan dengan harga produk yang bisa dikatakan tidak murah.


     Melihat celah bisnis dari banyaknya permintaan wedding cake yang memiliki mutu baik namun harganya bersaing, Cream and Lace hadir memenuhi keinginan customer yang menginginkan wedding cake sebagai salah satu penyempurna sebuah acara pernikahan dengan harga yang lebih ekonomis. Untuk harga paket wedding cake dalam bentuk simpel dengan diameter cake sepanjang 50 cm dan 3 layer dihargai sebesar Rp. 3.875.000. Harga ini memiliki ketentuan warna dasar, ukuran dan motif dummy tidak dapat diubah, kecuali dekorasi seperti bunga, pita dan warna masih dapat disesuaikan. Harga tersebut termasuk real cake yang akan digunakan oleh customer untuk prosesi saling suap cake antar pasangan. Untuk penambahan real cake box ukuran 22x22cm akan dikenakan tambahan biaya sebesar @Rp. 375.000. Sedangkan untuk cake topper dapat dipinjamkan atau jika ingin dimiliki oleh customer dikenakan biaya tersendiri sebesar Rp. 1.000.000.


Rencanakan Dengan Baik
Walaupun wedding cake yang ditawarkan oleh Cream and Lace terbatas dengan model-model tertentu, Dion Riyadi selaku pengelola Cream and Lace, menjelaskan bahwa pemilihan warna bunga-bunga, asesoris dan topper bisa disesuaikan dengan keinginan pemesan. Sebaiknya pemesanan dilakukan jauh-jauh hari. Waktu yang ideal adalah 3 bulan, karena untuk mempersiapkan sebuah wedding cake yang sempurna memerlukan waktu yang tidak sebentar, “Saya selalu menyarankan minimal 3 bulan sebelum acara berlangsung sudah final menentukan cake yang dipilih. Kalau mendadak, kami masih saja bisa melayani, namun dengan keterbatasan waktu, kami akan tawarkan produk yang ready stock. Memilih tema warna atau jenis bunga juga menjadi sangat terbatas karena mendadak,” terang Dion sambil tersenyum.


Black and White wedding cake dengan hiasan pita dan topper hanya gaun pengantin kedua mempelainya.


Wedding cake bantal warna warni yang mencerminkan warna warni bahtera rumah tangga nanti.


Detail payet dan ukirannya sangat jelas dan rapi

     Wedding Cake yang disediakan oleh Cream and Lace sebenarnya tak berbeda dengan koleksi Le Novelle. Hanya saja jika di Le Novelle bisa memesan sesuai dengan bentuk yang kita impikan, Cream and Lace menyediakan wedding cake sesuai dari katalog/ koleksi yang mereka miliki. Lanjut Dion, “Model dan dekorasi antara Le Novelle dan Cream and lace sebenarnya sama. Bedanya untuk Le Novelle dibuat sesuai pesanan, dan Cream and Lace pilihan koleksi dari katalog yang sudah ada.”


      Semua wedding cake terbuat dari dummy yang terbuat dari styrofoam. namun dicover mempergunakan fondant. Begitu pula dengan bunga-bunga gumpaste yang dibuat handmade sesuai pesanan “Ciri khas dan keunikan wedding cake kami adalah warnanya yang soft dan elegan dengan permainan payet, mote-mote serta ukiran-ukiran pada cake, pernah juga customer meminta hiasan dari kristal Swarovski,” kata Dion. Real cake hanya dipergunakan pada puncak wedding cake, lanjut Dion lagi, “Pelanggan biasanya memesan real cake untuk diberikan kepada keluarga atau teman-teman dekat sebagai ucapan terimakasih.”


     Jenis cake yang paling disukai adalah Irish Coffee dibandingkan dengan pilihan lain seperti American Chocolate, Black Forest, Cheese Cake dan Lemon Cake. “Kebanyakan yang suka dengan Irish Coffee adalah anak-anak muda atau calon pengantinnya. Jika pemilihan cake diserahkan kepada orang tua calon pangantin biasanya memilih Lapis Surabaya,” jelas Dion.


     Wedding cake yang kaya akan detail dekorasi dan warna biasanya dipadupadankan dengan tema acara pernikahan secara keseluruhan. Demi menjaga akurasi warna yang dimaksud oleh pelanggan, Cream and Lace selalu menjaga komunikasi mengenai pemilihan warna. “Jangan sampai pelanggan merasa kecewa karena warna yang diinginkan tidak sesuai,” jelas Dion saat ditemui di ruang pamer Cream and Lace di Hotel Shangri-La Jakarta


Bisnis Wedding Cake Bisnis Menjanjikan
Cream and Lace awalnya adalah penyedia jasa pembuatan birthday cake saja namun seiring perjalanan waktu menyediakan pula pembuatan varian cake lainnya untuk special event. Mulai dari wedding cake, baby one month cake, anniversary cake dan sebagainya.“Kami juga menerima permintaan pembuatan mini wedding cake dan wedding cupcake atau kombinasinya walaupun tidak sebanyak permintaan wedding cake pada umumnya,” ujar Dion yang gemar membaca majalah dari luar negeri sebagai tambahan referensi.


     Dion optimis peluang bisnis di wedding cake ini masih terbuka lebar mengingat setiap tahun makin sering digelar wedding exhibition. Bahkan tiap kali pameran bermunculan pembuat wedding cake baru. “Acara pernikahan merupakan acara sekali seumur hidup yang mana orang akan berlomba-lomba untuk bermegah-megahan dalam merayakannya baik itu mulai dari tema acara, balutan baju yang digunakan hingga tampilan wedding cake. Namun agar bisa bersaing dengan pelaku bisnis serupa kita tidak boleh lengah. Selain memberikan pelayanan yang baik, mempertahankan rasa yang menjadi daya jual , kami juga harus menjaga kualitas dari wedding cake pada saat acara. Jika pengantin dan tamu-tamu berkesan terhadap wedding cake, biasanya mereka akan memberikan rekomendasi, ” ujar Dion menutup pembicaraan.