Bakery Café Tetap Menarik

Tampaknya penataan a la bakery café yang sudah mulai sejak tahun 2011 tetap menjadi favorit bagi pebisnis bakery “Kami berusaha menjaring pembeli melalui kursi-kursi yang kami sediakan,

sediakan,” terang Elanda Hanako, pemilik dan pengelola Fresh Bread yang berlokasi di Blok M Square. Banyaknya pengunjung mall yang berlalu lalang di sekitar lokasi bakerynya, membuat Nako berpikir untuk menyediakan kursi-kursi dan meja untuk menikmati roti bersama minuman di bakerynya. Selain memiliki tujuan sebagai tempat hang out, Nako melihat kurangnya lokasi untuk beristirahat atau untuk menunggu pasangannya berbelanja. “Ternyata tanggapan pelanggan cukup baik. Tak hanya membawa roti dibawa pulang, tapi juga membeli sekaligus dinikmati sambil minum-minuman ringan sembari meluruskan kaki sehabis berbelanja,” ujar Nako seraya tersenyum.

     Walaupun memiliki lahan terbatas dan harus berbagi dengan toko peralatan rumah tangga kelas premium, Elaine Marlene dari Bittersweet Corner yang berlokasi di Plaza Indonesia mampu menghadirkan gaya bakery café dengan cantik. Bahkan Elaine tak menyangka berhasil menarik pelanggan dari kalangan anak muda, “Saya tak mengira memiliki pelanggan dari kalangan remaja. Biasanya mereka nongkrong di sini pada hari Sabtu-Minggu. Saya pikir karena harga yang saya patok cukup tinggi bagi kantong anak sekolahan, maka yang datang ke Bittersweet kalangan usia tertentu, ternyata konsep.

Berani Memiliki Konsep
     Agar bakery atau cakery milik Anda dilirik pembeli, Anda harus bisa memiliki konsep berbeda dibandingkan dengan toko lain. Hal itu terjadi dengan bisnis cakery milik Diana Rahmat, pemilik Didilicious yang terletak di bilangan Kemang. Diana melihat peluang melihat kebutuhan aktivitas keluarga yang dilakukan bersama-sama, dan ia menawarkan konsep berupa fun edutainment dan do it yourself berupa menghias cupcake bersama buah hati. “Aktivitas baking dan decorating adalah kegiatan menyenangkan, saya ingin berbagi kepada keluarga-keluarga untuk memiliki kegiatan bersama antara orang tua dan anak melalui menghias cupcake,” jelas Diana.

     Untuk menguatkan konsep penjualan, harus didukung dengan tata interior bakery. Agar memperoleh suasana ‘bermain’, Diana tak segan mengubah interior cakery-nya dengan sentuhan warna-warni segar khas anak-anak. Begitu pula pernak-pernik peralatan dan furniture-nya. Hal ini terlihat juga pada konsep café cake and pastries dari Bittersweet Corner. Elaine menginginkan hadir dalam konsep homemade French-American pastries. Maka segala pernak-pernik café-nya dibuat homey a la Amerika ditunjang dengan produk-produk bakery yang biasa dijual di bakery Perancis-Amerika seperti Macaron, Red Velvet Cupcake atau Lemon Tart.