fbpx

Kue Kering Gaharu Tetap Eksis Karena Kualitas

      Karena mempertahankan rasa dan bahan-bahan terbaik, maka produk kue kering Gaharu masih tetap bertahan dan makin disukai oleh pelanggan. Campur tangan sang pemilik yang masih ikut membuat adonan adalah salah satu kiat menjaga kualitas. 

      Pastry&Bakery berkesempatan berkunjung ke sebuah rumah yang sekaligus menjadi ”pabrik kue kering” di bilangan Jaka Permai, Bekasi Selatan. Tiba disana, Pastry&Bakery langsung disambut dengan harumnya aroma kue yang sedang di bakar. Kue Kering Gaharu, merupakan sebuah usaha rumahan yang sudah memiliki omzet lumayan besar dan sudah bersertifikat halal.

       Disambut dengan senyum yang ramah sang pemilik usaha, Taty S. Susatyo (71), mulai bercerita awal merintis usahanya. Ibu yang masih tetap cantik di usianya sekarang, sudah akrab dengan pembuatan kue sejak kecil karena ibunya juga mempunyai usaha kue kering. Meskipun begitu, Taty tidak langsung menggeluti usaha kue kering, ia justru bekerja di bank.

       Meski bekerja, Taty tetap membuat kue, tetapi hanya sekedar memberi ke teman ataupun sebagai buah tangan ketika menjenguk teman sakit. Dari situlah banyak temannya yang suka dan mulai memesan. Mantan bankir tersebut baru fokus penuh menggeluti usaha kue kering pada tahun 1998 ketika kakaknya yang lebih dulu mempunyai usaha kue kering meminta Taty untuk mengambil alih usahanya.

       Dari mulut ke mulut itulah usahanya mulai berkembang. Resep yang digunakan pun masih resep tradisional tanpa ada bahan tambahan apapun. Untuk adonan kuenya, Taty sendiri yang turun tangan. “Setiap pagi saya sendiri yang mengaduk adonan, setiap bahan sudah saya timbang, nanti tinggal karyawan saya yang mencetak dan memanggangnya. Saya belum berani meminta karyawan saya yang membuat adonannya, karena saya bertanggung jawab untuk menjaga kualitasnya,” ujar Taty, anak ke-4 dari 10 bersaudara ini.

Harga Sesuai Rasa

       Bahan-bahan yang digunakan pun dengan kualitas nomor satu, untuk menjaga rasa sesuai dengan tagline yang di usungnya “Harga Sesuai Rasa”. Setiap flavour maupun filling yang digunakan diusahakan dibuat sendiri, tanpa mempergunakan bahan instan atau flavour siap pakai. Seperti rasa jahe untuk kukis jahe, Taty selalu memarut sendiri jahenya. Begitu pula dengan selai nanasnya dibuat sendiri untuk filling nastar.

       Harga yang ditawarkan pun bervariasi tergantung jenis kue. Untuk satu stoples besar ukuran 0,5 kg harganya mulai dari Rp 45.000 – Rp 75.000. Untuk stoples kecil ukuran ¼ kg harganya mulai dari Rp 27.500 – Rp 40.000.

Untuk mempromosikan kue buatannya, Taty sering mengikuti pameran-pameran, terutama yang diadakan oleh kedutaan besar asing yang berada di Jakarta. “Jika mengikuti pameran di Kedubes, banyak warga asing yang membeli dan mereka menyukainya. Selain itu, banyak juga langganan saya pejabat-pejabat penting,” tukas ibu dari 3 anak ini. Kue buatannya pun sudah melanglang ke negara tetangga berkat para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang membawanya, baik untuk dijual lagi, diberikan ke atasan atau dikonsumsi sendiri.

Omzet Yang Menguntungkan

       Walaupun Ibu Taty tidak mempunyai toko sendiri untuk menjual kuenya, penghasilan yang di dapat per bulan untuk hari biasa bisa mencapai 8 juta rupiah. Untuk event tertentu seperti Lebaran atau Natal, omzetnya lebih fantastis lagi, dalam sehari bisa mengantongi hingga 18 juta rupiah dengan menjual hingga 18 ribu stoples. “Setiap bulan saya memasok kue di Toko Indoguna, dan saya juga bekerjasama dengan pengusaha keju lokal untuk memasok kebutuhan akan keju saya,” ujar Taty.

       Mendekati masa puasa dan lebaran tahun ini, Taty sudah mulai menyimpan pasokan kue kering, untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan dari langganannya. “Kue kering saya bisa bertahan 6-12 bulan. Saya sudah pernah menguji sendiri dengan menyimpan kue buatan saya selama 12 bulan dan saya memakannya. Rasa atau pun teksturnya tidak akan berubah karena semua bahan yang digunakan berkualitas,” tukas Taty lebih lanjut.

       Ada 13 macam kue kering yang dijual, seperti Keju Edam, Keju Gouda, Nastar Keju, Nastar Polos, Puteri Salju, Cokelat, Havermouth, Speculas, Semprit Putih, Kacang, Jahe, Havermouth Keju dan Semprit Keju. Selain menjual satuan, disana juga disediakan kotak parcel berbagai jenis dan ukuran jika Anda ingin memberikan bingkisan kue kering untuk orang terkasih.

Pastry&Bakery/@Anita Kartikasari/ foto-foto : Richard Mandala.