Rahasia Kelezatan Fruit Cake

•    Fruitcake pada dasarnya serbaguna dan bisa disajikan kapan saja. Untuk menjadikannya kue pernikahan atau ulang tahun, beri icing pada permukaannya. Untuk teman minum kopi atau teh, tak perlu icing.
•    Fruitcake akan menghadirkan citarasa paling lezat jika sudah disimpan selama sebulan jika     disimpan dengan baik. Bila tempat penyimpanannya kering dan sejuk, fruitcake bisa tahan tiga-empat bulan.
•    Proses menyiapkan adonan fruitcake memerlukan waktu lama, bisa berlangsung beberapa hari, sebelum Anda memasukkannya ke dalam oven. Gunakan bahan-bahan berkualitas bagus dan segar. Potong buah-buahan (yang sudah dikeringkan) dan/atau kacang-kacangan sesuai ukuran yang Anda kehendaki dan rendam dalam minuman beralkohol selama paling tidak semalam. Jika Anda pantang
mengonsumsi minuman beralkohol, ganti dengan jus buah. Sebaiknya  Anda menggunakan jus buah alami atau yang Anda buat sendiri.
•    Baluri buah-buahan dan/atau kacang-kacangan dengan tepung terigu—sampai seluruh permukaannya terselubungi terigu—sebelum Anda mencampurkannya ke dalam adonan. Langkah ini akan mencegah buah-buahan maupun kacang-kacang mengendap di dasar adonan.
•    Anda bisa mengganti beberapa bahan yang tercantum dalam resep dengan bahan yang Anda kehendaki. Jika resep meminta wine atau brandy, dan Anda pantang mengonsumsi bahan tersebut, ganti dengan jus buah apapun yang Anda sukai. Jika Anda tidak menyukai buah dan/atau kacang-kacangan  yang tercantum dalam resep, ganti dengan buah lain yang Anda sukai. Yang mutlak perlu Anda patuhi adalah takaran bahan, harus sesuai dengan yang tertulis dalam resep.
•    Pastikan suhu oven tidak lebih dari 160oC untuk memanggang adonan fruitcake. Untuk mencegah fruitcake gosong, lapisi permukaan bagian dalam loyang dengan kertas roti sebelum Anda memasukkan adonan ke dalam loyang tersebut.
•    Anda bisa menggunakan berbagai bentuk dan ukuran loyang untuk memanggang fruitcake. Tapi sesuaikan suhu dan durasi pemanggangan bila menggunakan loyang yang ukurannya berbeda dengan yang dicantumkan dalam resep. Makin kecil ukuran loyang, fruitcake akan lebih cepat matang.
•    Tuangkan adonan ke dalam loyang hingga mengisi 2/3 daya tampung loyang saja—jangan melebihi batas ini.
•    Selama proses pemanggangan, masukkan wadah tahan panas berisi air di dasar oven untuk mencegah permukaan cake mengering selama proses ini.
•    Sesekali amati fruitcake selama proses pemangangan. Bila terlalu cepat berubah warna menjadi kecoklatan, letakkan selembar aluminum foil di atas kue.
•    Tusukkan lidi / tusuk sate / tusuk gigi ke bagian tengah fruitcake, untuk memastikan apakah cake sudah matang atau belum. Jika lidi tidak basah dan tidak ada jejak adonan menempel pada lidi tersebut, berarti fruitcake sudah matang.
•    Setelah fruitcake matang, keluarkan dari oven dan diamkan di atas cooling rack dalam keadaan masih di dalam loyang yang digunakan untuk memanggangnya. Semprotkan atau percikkan esens pada fruitcake yang masih panas untuk men jadikannya lebih nikmat.
•    Bila sudah benar-benar dingin, keluarkan perlahan dari loyang dan lepaskan dari kertas rotinya. Tutup fruitcake dengan kain katun tipis yang telah dibasahi minuman keras atau jus buah. Selanjutnja, tutup dengan aluminium foil atau plastic wrap dan simpan di tempat sejuk. Selama penyimpanan, semprotkan minuman keras atau jus buah secara berkala, setidaknya sekali sepekan.
•    Meski penyimpanan fruitcake di dalam freezer disarankan agar lebih tahan lama, sebaiknya simpan di luar freezer selama setidaknya satu bulan sebelum membekukannya. Langkah ini akan menyebabkan fruitcake tidak rapuh setelah disimpan di dalam freezer.
•    Jangan terburu-buru memotong fruitcake. Potong sedekat mungkin dengan waktu penyajiannya.  Karena mengandung buah-buahan, bodi fruitcake akan rusak jika dipotong dengan cara yang kurang tepat. Gunakan pisau bergerigi atau pisau tajam yang tipis, dan potong  dengan gerakan seperti mengergaji. Lalu tata fruitcake pada piring saji dan sajikan. P&B