fbpx

sensasi cokelat dieropa

Pohon cokelat tumbuh hanya di daerah tropis, tapi penemuan-penemuan besar yang mempengaruhi cara orang mengkonsumsi cokelat terjadi di Eropa.Kontak pertama bangsa Eropa dengan cokelat terjadi setelah Spanyol menaklukan Meksiko pada tahun 1521. Dari sinilah orang Eropa mulai mempelajari kenikmatan cokelat. lama kemudian, Spanyol menaklukkan Suku Aztec, dan membawa pulang biji kakao dengan kapal laut. Sejak itu, cokelat dipandang sebagai barang bawaan yang mewah, minuman prestisius, dan simbol status kelas atas di masyarakat Eropa sekitar 300 tahun kemudian.Di awal abad ke-17, cokelat menjadi minuman favorit di kalangan bangsawan Spanyol, sebelum menyebar ke berbagai penjuru Eropa. Di Spanyol, bahan-bahan lain, seperti kayu manis, mulai ditambahkan pada minuman cokelat. Dan mereka menjaga agar resep minuman cokelat itu menjadi rahasia Spanyol. Seiring kian banyaknya penggemar minuman cokelat, orang Spanyol mulai memproduksinya secara besar-besaran. Ini melatari perbudakan oleh bangsa Spanyol untuk kegiatan penanaman pohon dan penanganan paska panen buah cokelat sebelum dikirim ke pabrik. Dan masyarakat pertama yang mereka jadikan budak adalah bangsa Mesoamerika. Perbudakan berlangsung sejak tahun 1600-an sampai akhir 1800-an. Sekitar 100 tahun setelah kehadiran minuman cokelat di Eropa, rahasia resep minuman cokelat dari Spanyol menyebar keseluruh wilayah di benua itu. Pada 1847, masyarakat Eropa menemukan cara untuk memproduksi cokelat padat. Untuk cokelat yang berfungsi sebagai makanan ini, mereka membuang hampir semua rempah yang ditambahkan oleh masyarakat Mesoamerika, tetapi masih mempertahankan citarasa vanila. Masyarakat Eropa mengembangkan resep sendiri yang menggunakan bahan-bahan spesifik seperti ambergris (zat warna keunguan berlilin dari usus ikan paus) hingga bahan yang lebih umum seperti kayu manis atau cengkeh. Namun, yang paling sering mereka tambahkan pada cokelat adalah gula. Sebaliknya, cokelat Mesoamerika tidak dibuat manis.Karena kakao dan gula merupakan barang bawaan yang mahal di Eropa pada masa itu, cokelat padat pun jadi barang mahal yang hanya dinikmati oleh kalangan bangsawan. Untuk menyantap cokelat, mereka bahkan mendesain peralatan saji khusus dari porcelain dan perak—sebagai simbol kekayaan dan kekuasaan.