fbpx

Ketika Citarasa Pahit Menjadi Bagian Dari Pesona

Yang lebih manis itu tak selamanya lebih baik, tak selamanya lebih mahal. Ungkapan ini bisa kita pakai untuk menggambarkan produk-produk cokelat yang beredar di pasar.“Indonesia memang penghasil biji kakao terbesar No.3 di dunia, dengan kualitas yang bagus. Sayangnya, biji-biji kakao berkualitas ini diekspor ke luar negeri. Lalu biji kakao yang diolah di sini kebanyakan diolah dengan penambahan banyak gula, cocoa butter-nya dikurangi, kemudian ditambah banyak minyak nabati, sehingga kualitasnya relatif rendah,” ungkap Diana Sutandya, salah seorang pemilik L’atelier du Chocolat, outlet yang menyediakan produk-produk cokelat premium di Jakarta. Pastry & Bakery menemui Diana di salah satu outletnya di Jakarta awal April lalu.
Cokelat premium mengandung lebih banyak cocoa liquor (sari biji kakao yang berbentuk pasta atau cairan berwarna cokelat pekat), cocoa butter, dan cocoa solid (hasil padat dari proses produksi biji kakao, berbentuk biji atau bubuk). Makin tinggi kandungan chocolate liquor dalam produk cokelat premium, maka sensasi pahitnya makin menguat.
Sensasi pahit ini terasa aneh bagi kebanyakan orang Indonesia yang terbiasa dengan cokelat bercitarasa manis. Tapi bagi mereka yang telah memiliki pengetahuan cukup tentang cokelat premium malah beranggapan, kalau tidak ada sensasi pahitnya berarti bukan cokelat murni atau cokelat premium. Sebagian orang yang telah memiliki pengetahuan lebih mendalam tentang cokelat premium justru menyukai sensasi lebih pahit dari cokelat, yang mereka pahami sebagai indikasi makin tingginya kandungan chocolate liquor pada produk cokelat.
Cokelat premium dapat dikenali dari tekstur, aroma, citarasa dan sensasinya di mulut para penikmatnya (lihat Tips Menilai Kualitas Cokelat).
Anda bisa menemukan beragam produk cokelat batangan di pasaran, dengan kandungan cocoa liquor bervariasi. Sebagian di antaranya dipadukan dengan bahan lain untuk menghasilkan citarasa berbeda (lihat Ragam Citarasa Cokelat Batangan).
Beragam citarasa dapat pula ditemukan pada cokelat yang biasanya digunakan dalam proses pembuatan kue, candy, permen, maupun dekorasi. Namun untuk aplikasi ini, cokelat yang digunakan secara umum terbagi menjadi dua jenis (lihat Antara Couverture dan Compund).