fbpx

Idris Ato Sukses Berkat Prinsip

               Asalkan ada kemauan dan kerja keras apapun bisa diwujudkan. Itulah prinsip yang dipegang oleh pria kelahiran 4 Juni 1976 ini. Tanpa background kuliner berhasil menjadi pastry chef dari nol berkat prinsip yang ia pegang tadi. Berikut hasil wawancara Pastry&Bakery dengan Idris Ato akhir Juli silam di Swiss-Bel Maleosan Hotel Manado

                Menjadi seorang Pastry Chef bukanlah cita-cita dari Idris Ato, Pastry Chef Swiss-Bel Maleosan Hotel Manado, karena background dari pria kelahiran Makassar ini bukanlah berasal dari akademi pariwisata atau kulinari. Awalnya Idris Ato hanyalah lulusan Sekolah Menengah Atas, setelah lulus lalu ia ditawari oleh salah satu temannya untuk bekerja di sebuah restoran di Makassar, pada waktu itu pekerjaan yang ditawarkan adalah sebagai waiter. Dari pekerjaan sebagai waiter inilah Idris Ato banyak mendapat pelajaran dan pengalaman di bidang kulinar.

                Setelah melanglang buana mencari ilmu dan pengalaman dari bekerja sebagai waiter , baru di tahun 2004 Idris mendapat pekerjaan sebagai Pastry Chef di Buana Bakery di Makassar, di sana Ia menjabat posisi tersebut selama tiga tahun, lalu pada tahun 2007 pindah ke hotel Grand Puri selama satu tahun, sempat ke hotel Clara Makassar dan Pantai Gapura, baru setelah itu menerima tawaran sebagai Pastry Chef Swiss-Bel Hotel Maleosan Manado sampai sekarang. Petualangannya bekerja di berbagai tempat itulah Idris mendapatkan ilmu dan pengalaman yang berharga mengenai dunia pastry & bakery.

               

Kreasi Baru Tiap Bulan

                Dalam pandangan Idris Ato, seorang Pastry Chef dalam menciptakan produk bukan hanya rasa saja yang diutamakan, selain rasa,  dekorasi dari produk itu sendiri juga harus diperhatikan. Karena menurut pria kelahiran Makassar 34 tahun silam ini, pertama kali yang dilihat oleh pelanggan adalah cantik dan menarik bentuknya, maka pelanggan akan tertarik untuk membeli produk tersebut. Maka, dalam menciptakan produk pastry,  Idris selalu memperhatikan kedua hal tersebut secara matang.

                Sebagai Pastry Chef yang bertanggung jawab penuh untuk aneka produk pastry, proses kreatifnya selama bergabung di Swiss-Bel Hotel dalam menciptakan produk pastry adalah dengan browsing resep dari internet, kemudian memodifikasi resep tersebut sesuai dengan selera pelanggan. Dalam sebulan ayah dua anak ini selalu membuat kreasi-kreasi baru setiap bulannya,  kemudian produk tersebut dijual ke konsumen, apabila respon dari pelanggan kurang bagus, maka bulan depan Idris akan mencoba kreasi baru lagi sampai respon dari pelanggan benar-benar bagus. “Prinsip saya adalah saya harus bisa menciptakan produk-produk yang benar-benar memenuhi ekspektasi konsumen,” tutur Idris kepada Pastry&Bakery beberapa waktu lalu.

                Aneka kreasi yang telah  disumbangkan Idris untuk Swiss-Bell Deli adalah aneka produk pastry bergaya oriental, seperti Blueberry Cheese Cake, Opera Cake, Tiramisu Cake, Chocolate Cake, Strawberry Cheese Cake, dan Banana Chocolate Cheese Cake. “Produk andalan di Swiss-Bell Deli ini adalah segala macam produk pastry yang menggunakan bahan dasar cheese,” Idris menjelaskan. “Mungkin karena mayoritas orang Manado lebih banyak suka keju daripada cokelat,” tambah Idris.

 

Terinspirasi Dari Mentor

                 “Saya dulu sempat diberi tahu oleh Chef Cholik, mentor saya sewaktu bekerja di Makassar, bahwa setiap orang bisa menciptakan apa saja dan menjadi apapun yang dia inginkan asalkan punya kemauan yang kuat dan kerja keras selalu. Nah, dari situlah saya bertekad harus bisa menjadi seperti beliau yang mampu menciptakan kreasi produk pastry yang bagus dan disukai konsumen,” kenang Idris, saat ditanya motivasinya tertarik menekuni dunia pastry dan bakery, mengingat ia sempat tak tertarik dengan bidang tersebut.

                Selain itu yang membuatnya tertarik menekuni dunia pastry adalah karena tantangannya dimana setiap bulan dia harus mampu berkreasi menciptakan produk-produk  baru. Menurut Idris, para pelanggannya cukup puas dengan produk yang  telah ia ciptakan. “Kebanyakan pelanggan di sini puas setelah mencoba produk kami,” tuturnya dengan bangga.

                Idris mengaku lebih menyukai cream cheese daripada bahan lainnya, termasuk cokelat untuk diolah menjadi produk pastry. “Tapi juga tidak tertutup kemungkinan bahan-bahan yang lain, tergantung selera konsumen.  Biasanya cream cheese yang saya pergunakan cream cheese impor dari Italia. Creamcheese bisa dipadukan dengan buah-buahan yang segar maupun bahan lainnya termasuk cokelat, itu yang membuat saya menyukai cream cheese,” jelas pria yang berpembawaan ramah ini.

                Untuk pencapaian pribadi yang diinginkan oleh pria yang hobi bermain sepakbola ini,  Idris ingin kelak ia bisa memiliki bakery sendiri dan juga ia ingin berbagi ilmu dan pengalamannya kepada para juniornya. “Kalau setiap orang ada kemauan yang kuat serta kerja keras, apapun bisa diwujudkan, itu nasihat yang sering saya berikan kepada junior saya.”

                Sebagai inspirasi kepada pembaca Pastry&Bakery, Idris berbagi resep yang mudah diaplikasikan  sekaligus produk favorit konsumen di Swiss-Bel Deli Manado, yaitu Blueberry Cheese Cake dan Tiramisu Cake. “Mudah-mudahan memberikan inspirasi bagi pembaca Pastry&Bakery,” tutur Idris menutup pembicaraan dengan Pastry&Bakery di sore hari yang teduh di coffee shop Swiss-Bel Maleosan Manado. P&B/Brian Binar Putra, foto-foto: Brian Binar Putra)