fbpx

Slamet Suprianto Ciptakan Pastry dengan Kejutan Rasa

Berawal dari karir seorang butcher, namun berkat ketekunan dan bakat, Slamet bisa merangkak naik menduduki posisi Pastry Chef. Tak hanya itu saja, Slamet juga sering menjuarai perlombaan pastry secara live.Kreatif, dan memiliki bakat seni merupakan bekal awal berkarir di dunia pastry. Pastry menjadi bagian tak terpisahkan dari seni dan keindahan
Berawal dari karir seorang butcher, namun berkat ketekunan dan bakat, Slamet bisa merangkak naik menduduki posisi Pastry Chef. Tak hanya itu saja, Slamet juga sering menjuarai perlombaan pastry secara live.Kreatif, dan memiliki bakat seni merupakan bekal awal berkarir di dunia pastry. Pastry menjadi bagian tak terpisahkan dari seni dan keindahan. Hal ini diungkapkan Pastry Chef The Acacia Jakarta, Slamet Suprianto kepada Pastry&Bakery pertengahan April lalu. Setelah lulus sekolah perhotelan tahun 1991, Slamet melakukan praktek kerja lapangan di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta dengan posisi butcher. Namun melihat bakat-bakat yang dimilikinya, salah seorang chef merekomendasikannya untuk pindah ke dapur pastry. Mendapat tugas ini Slamet pun menerima dengan terbuka dan mulai belajar tentang pastry. “Mendekorasi kue, cokelat modeling merupakan bagian dari pastry yang identik dengan keindahan dan seni artistik,” jelas Slamet saat ditanya apa yang membuatnya tertarik dengan dunia pastry. Meski demikian menurutnya orang dulu banyak beranggapan dunia pastry hanyalah identik dengan ‘tukang kue’. Padahal dunia pastry dalam pandangan Slamet tidaklah sesederhana itu. “Dunia pastry banyak seninya mulai dari menciptakan produk-produknya sendiri hingga bagaimana mengatur operasional serta program dapur pastry, bahkan saat harus menentukan harga jual produknya. Seorang pastry chef juga harus jeli melihat produk apa yang diinginkan konsumen serta memadukannya dengan inovasi untuk menciptakan kreasi baru tanpa meninggalkan sentuhan seni di dalamnya,” terang pria humoris ini.

Teknik Klasik

 

Selain produk pastry dengan tampilan artistik ternyata ada teknik-teknik pengolahan untuk menciptakan produk dengan citarasa khas. Salah satunya adalah pengalaman yang diperolehnya saat bekerja dengan chef asing. Dia mendapat ilmu membuat adonan croissant tanpa bantuan mesin yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pengolahannya karena adonan harus diisirahatkan terlebih dahulu selama 12 jam. “Setiap hari saya harus mengaduk adonan croissant dengan teknik klasik menggunakan tangan tanpa bantuan mesin”, tuturnya. Menurutnya rasa yang dihasilkan dengan teknik klasik ini croissant lebih bertekstur dan sedikit kasar namun citarasa yang dihasilkan lebih enak, dan tidak mudah kering.

Saat ditanya karakteristik produk pastrynya dia menjelaskan produk pastry dengan sentuhan seni dengan bentuk-bentuk yang menantang saat pembuatannya. Itulah mengapa dia lebih suka mengikuti kompetisi secara live. Salah satunya di tahun 2003 dia memenangkan medali perak untuk kategori live occasion cake dengan membuat karya Peter Pan yang tengah memancing menggunakan marzipan dalam event Mini Salon Culinaire  yang diselenggarakan di Grand Hyatt Jakarta.

Sedangkan untuk rasa produk-produk pastrynya Slamet lebih suka menghadirkan kejutan-kejutan di dalam produknya dengan menghadirkan ingredient yang tak lazim ditemukan dalam satu produk pastry. Misalnya seperti dalam chocolate mousse dia menambahkan sesuatu yang crunchy seperti biskuit atau sereal. “Saat orang menilai tampilan sebuah produk pastry biasanya sudah memiliki ekspektasi rasa, namun saat dia mendapat kejutan dengan sensasi baru karena ada bahan yang tak biasa, ini akan jadi kejutan tak terlupakan”,jelasnya.

 

 

Pastry Sehat

Dalam pandangan pria yang memenangkan medali perak dalam event Jakarta Salon Culinaire kategori live croquembouche. Saat ini gaya hidup masyarakat mulai berubah dan mulai memperhatikan aspek kesehatan untuk semua yang mereka makan. Begitu juga dengan produk pastry saat ini orang-orang cenderung memilih produk-produk yang sehat dan memperhatikan kandungan nutrisinya. “Dulu orang hanya mementingkan makan untuk kenyang, sekarang makan untuk kenyang dan sehat.” Jelas Slamet. Seiring dengan trend itulah dia menciptakan produk pastry sehat di Anthurium Pastry&Gift di The Acacia Hotel. Seperti Healthy Carrot Cake dan Healthy Green Tea Bread yang resepnya kami muat di halaman creativerecipe.

Untuk membedakan pastrynya dengan tempat lain Slamet menggunakan tepung Jepang dan gula rendah kalori dalam pembuatannya. Menurutnya dengan menggunakan Jepang dan gula rendah kalori jelas hasilnya jadi dari produknya lebih rendah jumlah kalorinya, bahkan aman dikonsumsi bagi mereka yang mempunyai gangguan kesehatan diabetes. Terbukti produk-produk ini diterima oleh para pelanggan Anthurium Pastry&Gift.

Kalau kebanyakan pastry chef menyukai cokelat sebagai ingredient favoritnya Slamet lebih suka keju. Dalam pandangannya selain unik, keju juga menyehatkan karena mengandung kalsium serta bisa dipadu dengan ingredient apapun untuk menghasilkan pastry yang lezat. Namun soal padu padan bahan menurutnya keju paling pas dipadu dengan buah-buahan sepereti dalam fruit cheese cake. “Paduan buah-buahan dengan keju mampu menghadirkan rasa yang rasanya klasik,” ujar Slamet menutup pembicaraan. Pastry&Bakery/@Novi Amaliyah