fbpx

I Made Kona Elegan, Unik, Artistik


Pria ini adalah figur multidimensi: humoris, suka melahap buku-buku filsafat dan sejarah, suka melukis, suka berolahraga. Dan tanpa latar belakang akademik di bidang kuliner, ia bisa mencapai posisinya sekarang: Pastry Chef di The Ritz Carlton Hotel, Kuningan, Jakarta.

Berkarir di dunia pastry, apalagi menempati posisi Pastry Chef di sebuah hotel berbintang, tak pernah tergambar di benak I Made Kona, setidaknya sampai ia tamat SMA dan mulai bekerja sebagai Cook Helper di Nusa Dua Beach Hotel pada 1985.

Sambil bekerja di Nusa Dua Beach Hotel, ia kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Niaga (STIA) Denpasar. Sementara itu, ia memanfaatkan kesempatan bekerja di Nusa Dua Beach Hotel untuk belajar tentang berbagai hal dalam khasanah pastry, sampai ia jatuh cinta pada bidang ini.

Sejak itu Made Kona bertekad membangun karirnya di dunia pastry. Maka ia menjalani apapun posisi dan tugasnya di dapur pastry dengan penuh semangat, disipin, tekun. Dan pada kurun waktu yang sama, ia banyak belajar untuk mengembangkan kompetensi dan jenjang karirnya.

Sikap mental itu membawanya mencapai kemajuan dalam karir, hingga mendapatkan promosi untuk menempati posisi Chef De Partie. Bukan itu saja. Ia juga mendapat kesempatan mengajar mata kuliah pastry di beberapa lembaga pendidikan pariwisata di Bali.

Kepekaan artistiknya dalam mengolah dan memadukan ingridien untuk menghasilkan presentasi pastry juga mengantarnya memenangkan sejumlah kompetisi kuliner. Antara lain Kompetisi Salon Kuliner Food & Hotel Indonesia (FHI) 1997, di mana ia memenangkan Medali Emas untuk Katagori Sugar Pastry Showpieces.

Food Combining

Produk-produk pastry karya Made Kona secara umum bertampilan elegan, unik, dan artistik. Bila Anda mengunjungi Cake Shop di The Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta—yang dapur pastry-nya dimotori Made Kona—Anda mungkin terperangah melihat tampilan produk-produk pastry yang tidak seperti biasanya. Sebagai gambaran, di sini Anda akan menemukan truffle yang bentuknya memanjang, bukan bulat seperti truffle pada umumnya. “Kita harus mempresentasikan bentuk yang unik agar tidak membosankan,” jelas pria asal Jimbaran, Bali ini.

Di balik itu, ada citarasa yang, menurut Made Kona, “Sempurna.” Dalam pandangannya, tampilan dan citarasa produk pastry adalah dua hal yang harus mendapat perhatian sama besarnya dari seorang pastry chef.

Makanan lezat biasanya dipandang sarat kandungan lemak maupun kalori untuk menciptakan kelezatan itu. Tapi pelanggan Cake Shop The Ritz Carlton Kuningan tak perlu merasa bersalah saat mengkonsumsi produk dari cake shop yang satu ini. Pasalnya, Made Kona memperhatikan betul kadar nutrisi yang terkandung dalam bahan-bahannya agar proporsional—tak ada yang berlebihan.

Sebagai contoh, pada resep kreasi terbarunya, Walnut Napoleon, 74 persen bahannya adalah kacang walnut dengan kandungan protein yang bermanfaat untuk kesehatan, dipadu dengan meringue sehingga tak banyak mengandung kolesterol.

Selera pelanggan juga menjadi pertimbangan Made Kona untuk menghasilkan kreasi itu. Bagian atasnya berbalut light coffe cream dan cokelat. Saat menikmati kue yang satu, lidah Anda dimanjakan dengan citarasa manis yang dipadu dengan sensasi ringan dari light coffee cream, bitter chocolate, dan kacang walnut. “Kebanyakan orang menyukai taste kopi setelah cokelat, jadi memadukan keduanya adalah pilihan yang pas,” ujar Made Kona tentang proses kreatifnya untuk menghadirkan Walnut Napoleon.

Made Kona memang memperhatikan aspek food combining dalam setiap produknya, untuk menghasilkan citarasa baru dan sensasional.

Khusus untuk Pembaca Pastry & Bakery, Made Kona berbagi resep Walnut Napoleon dan satu lagi kreasinya, Hazelnut Chocolate Royaltine, yang kami muat di Rubrik CreativeRecipe. Hazelnut Chocolate Royaltine tercipta dari paduan dark chocolate mousse, pasta hazelnut, dan beberapa bahan lain.

Antara yang klasik dan modern

Menurut Made Kona, setiap pastry chef menghadapi tantangan untuk menghadirkan produk-produk pastry dengan karakter citarasa dan tampilan yang khas. Dengan tetap mempertimbangkan tren ekspektasi pelanggannya.

Dalam pandangan suami dari Ni Made Sukarni ini, pelanggan Cake Shop di The Ritz Carlton Kuningan sekarang secara umum dapat dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan tren ekspektasi mereka berkaitan dengan produk-produk pastry.

Kelompok pertama cenderung lebih menyukai produk klasik seperti cream caramel, cream brule, éclair, dan millefeulle cake. Kelompok kedua lebih memilih produk modern serta memperhatikan kandungan nutrisi dan food safety. “Kami menghadirkan produk-produk yang mengakomodasi ekspektasi kedua kelompok tersebut,” tandas Made Kona.

Kamus pastry

Apa yang membuat Made Kona bangga dalam profesinya sekarang adalah bila ia berhasil merealisasikan program kerja departemennya. Antara lain meluncurkan satu kreasi baru setiap bulan. “Dengan teamwork yang bagus, saling mendukung satu sama lain, kami yakin bisa merealisasikan program kerja dan memuaskan pelanggan kami,” tutur Made Kona yang suka berbagi pengetahuan seputar pastry dengan stafnya.

Di sela kesibukan kerjanya di The Ritz Carlton, Made Kona masih menyempatkan diri untuk kuliah lagi, menempuh program Magister Management di salah satu universitas swasta di Jakarta. Di balik itu, ia punya masih obsesi menerbitkan Buku Kamus Pastry. P&B (NA)