fbpx

Donat Riwayatmu Kini

  Siapa tak menyukai donat, penganan manis satu ini menjadi salah satu kudapan klasik yang dicintai segala lapisan masyarakat. Hingga saat ini sejarah asal muasal donat sendiri masih diperdebatkan. Penganan manis satu ini ditandai dengan lubang pada bagian tengahnya yang menyerupai cincin. Namun begitu, ada pula

donat yang berbentuk bulat tanpa lubang pada bagian tengahnya, biasanya donat jenis ini diisi dengan berbagai filling, mulai dari yang manis hingga yang asin seperti selai, cokelat, krim, keju hingga ragout bahkan menjadi pengganti roti untuk sandwich maupun burger. Donat sangat populer di Amerika Serikat. Penganan satu ini memiliki asal usul yang begitu panjang, berdasarkan buku Oxford Companion to American Food and Drink, donat adalah cake goreng dengan sejarah panjang Eropa yang berakar dari masakan Timur Tengah. Doughnut atau donut diperkenalkan pertama kali oleh imigran Belanda dengan sebutan oliekoecken atau oil cakes/fried cakes. Terbuat dari adonan ragi, adonan yang kaya telur dan butter ini terkadang dipadukan dengan rempah-rempah, buah kering yang membuatnya memiliki rasa manis serta sentuhan gula halus sebagai taburan. Pada saat itu bentuk donat sangat sederhana yang berbentuk bulat kemudian digoreng hingga cokelat keemasan. Donat dengan bentuk lubang pada bagian tengahnya adalah merupakan penemuan yang dikenalkan oleh Captain Hanson Gregory pada pertengahan tahun 1800. Jauh sebelum itu pada zaman Roma dan Yunani kuno, orang biasa menggoreng adonan ini dan menyiramnya dengan madu atau minyak ikan. Pada abad pertengan orang Arab terbiasa menggoreng adonan beragi tanpa rasa dalam porsi kecil kemudian membasahinya dengan sirup gula. Dari sini penganan satu inipun mulai menyebar ke Eropa Utara pada abad 1400 dan menyebar dan popular di Inggris, Jerman dan Belanda. Pada abad 15, gula mejadi salah satu bahan yang sukar didatangkan sehingga mereka terbiasa membuat dengan filling asin seperti daging maupun jamur. Setelah itu imigran Belanda membawa penganan satu ini ke Amerika dan menjadi populer setelahnya. Donat mulai dikenal oleh pasar Indonesia pada tahun 1968. Gerai American Donut dalam gelaran Djakarta Fair menjadi perintis awal menggoreng donat mempergunakan mesin otomatis. Hingga berubah nama menjadi Pekan Raya Jakarta (PRJ), stand American Donut tetap ada hingga kini. Baru pada tahun 1985 dibukalah gerai Dunkin’ Donuts untuk pertama kalinya di jalan Hayam Wuruk, Jakarta pusat sebagai salah satu gerai yang khusus menjual donat.

Donat Masa Kini
  Perkembangan donat di Indonesia sendiri juga sangat menarik. Donat bisa diperoleh di mana saja dan kapan saja. Mulai dari donat yang dijajakan berkeliling di sekitar perumahan, hingga donat kentang yang banyak membuka gerai di mall kelas menengah. Termasuk keberadaan Dunkin’ Donuts yang sempat merajai penjualan donat moderen, dan dijadikan buah tangan untuk keluarga. Meramaikan bisnis donat yang tak pernah usai, hadirlah J.CO Donuts and Coffee pada tahun 2005. Fenomena mengantri donat menjadi pemandangan lazim di mall-mall terkemuka di kota Jakarta. Setelah itu makin banyak bermunculan bisnis serupa. Donat sendiri menarik selain tampilannya juga rasanya yang enak. Teksturnya harus lembut, tanpa harus mengenyangkan. Karena bagi masyarakat Indonesia, donat dianggap sebagai camilan, atau pengganjal perut sebelum menuju waktu makan tiba. Maka donat kerap kali disediakan sebagai makanan selingan. Tak heran jika gerai donat saat ini selalu menyandingkan dengan aneka minuman terutama kopi. Selain menyediakan kopi, ternyata gerai donat disukai karena menyediakan tempat duduk yang lumayan nyaman serta dilengkapi fasilitas wi-fi gratis.

   Kesibukan masyarakat perkotaan membuat keberadaan gerai donat yang dilengkapi fasilitas lengkap menjadi disukai pelanggan. Para pembeli donat tak hanya memilih produk donat yang enak saja, tapi juga mencari gerai donat yang dapat memberikan ruang berinteraksi dengan komunitasnya. Tak heran jika bermacam gerai donat berusaha menyediakan lokasi nongkrong yang nyaman. Donat Sehat Bahan Pilihan Belakangan, seiring makin sadarnya pembeli donat akan kesehatan, maka banyak gerai donat juga memberikan perhatian terhadap cara pembuatan dan pemilihan bahan baku donat. Salah satunya Double Dipps dengan donat less sugar. Menurut Nancy selaku Business Development Double Dipps, “Donat produksi Double Dipps memang less sugar, karena kami mengetahui bahwa pembeli kami sangat concern terhadap kesehatan.

   Mereka menginginkan donat yang enak tanpa terlalu banyak mempergunakan gula.” Krispy Kreme sebuah gerai donat franchise dari Amerika Serikat yang hadir di Indonesia sejak tahun 2006, memahami selera masyarakat Indonesia yang meyukai paduan donat dan buah-buahan segar. “Kami meluncurkan produk baru donat dengan paduan selai buah, cream, dan potongan buah segar. Selain itu, untuk mendampingi menikmati donat Krispy Kreme, kami juga menyediakan minuman dingin dengan basis puree buah-buahan,” jelas Brigette Kwee, Marketing Krispy Kreme. Pemilihan bahan baku pembuatan donat juga sangat diperhatikan, seperti halnya Susan, pemilik dan pengelola Homy Donut, “ Kami ingin menghadirkan donat yang sehat dan aman dikonsumsi segala usia, terutama untuk anak-anak. Karena donat adalah produk makanan yang disukai segala usia, maka Homy Donut berusaha menyediakan donat yang diolah dengan bahan-bahan terbaik dan tanpa mempergunakan pengawet.” Sebuah bisnis makanan tak akan langgeng, jika pemiliknya tak cepat tanggap dengan lingkungan tempat ia menjual bisnisnya. Seperti halnya donat, untuk dapat berkembang selalu diperlukan kreativitas dan langkah inovasi dari si pengusaha. Tunggu apa lagi? P&B/Novi Amaliyah, Rika Eridani, foto-foto: Dok.