fbpx

Chubby Bun Roti Gendut nan Lembut

Sekarang ini, roti bukan hanya sebagai menu favorit untuk menyambut aktivitas pagi hari, tapi kini roti sudah menjadi camilan yang bisa dinikmati kapan saja. Saat kebanyakan roti yang beredar di pasaran menggunakan bahan pengawet, lain halnya dengan roti Chubby Bun yang bebas bahan pengawet dan memiliki tekstur yang lebih lembut.

     Bakery mungil yang terletak di dalam gedung perkantoran Ratu Prabu 2, Jakarta Selatan ini terbilang cukup unik. Warna kuning yang eye catching, dengan ikon gambar gadis berpipi gendut yang mengenakan topi koki sembari memperlihatkan mata sipitnya sambil tersenyum, mampu mencuri perhatian mereka yang melintas di depan outlet. Merek roti ini juga terdengar unik yakni Chubby Bun yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesa memiliki arti roti gemuk. “Karena roti saya memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih gendut, maka saya menamainya Chubby Bun,” jelas Angeline Suryaatmadja selaku pemilik dari Chubby Bun Bakery & Pastry

Chubby Bun yang hadir dari hobi Angie menyantap roti, mulai diperkenalkan kepada masyarakat tahun 2009 silam,”Awalnya sih karena saya sangat suka dengan roti. Saya memang pecinta roti. Saya sering ke bakery dan saya lihat belakangan ini sedang tren roti dengan tekstur empuk namun agak kempis. Toppingnya juga agak berlebihan dan tampilan isinya terkadang kurang sesuai. Dari sinilah saya berpikir bagaimana membuat roti yang tidak hanya empuk dan padat tetapi juga memiliki bentuk dan rasa yang lebih variatif,” ujar Angie. Roti Chubby Bun di produksi dengan mengadopsi gaya Jepang dan Taiwan yang tidak mempergunakan bahan pengawet serta memanfaatkan bahan-bahan lokal. “Chubby Bun bukan merupakan roti Jepang, karena saya juga masih menggunakan bahan lokal. Kalau kita menggunakan banyak bahan impor, harga jualnya pasti akan tinggi. Saya hanya memadukan konsep dan gaya roti Jepang yang healthy serta roti Taiwan yang memiliki tampilan lebih menarik,” ujar ibu dari seorang putri ini.

      Chubby Bun memiliki banyak keunggulan dari segi cita rasa dan bentuk roti. Tekstur roti Chubby Bun sangat empuk tetapi tidak kempis dan tetap padat. Hal ini karena adonan roti menggunakan tepung gandum berprotein tinggi sehingga roti empuk saat dikunyah. Selain itu roti gendut ini memiliki variasi topping yang cantik serta filling yang melimpah. Keunggulan lain dari Chubby Bun yaitu tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali, bahan-bahan yang dipergunakan untuk membuat roti adalah bahan alami yang terinspirasi dari roti Jepang. Hal ini dapat dibuktikan yakni pada hari kedua setelah roti dibuat, roti akan terasa lebih keras. “Produk saya bisa dibilang natural dan tanpa bahan pengawet. Jadi setelah dua hari, roti pasti mengeras. Banyak pelanggan yang belum tahu, komplain tentang roti saya. Mereka bilang roti tidak selembut seperti saat dibeli toko. Tapi setelah mereka tahu rotinya tanpa pengawet, pelanggan pun jadi mengerti,” ungkap Angie sembari tersenyum.

      Untuk mereka yang menyukai kualitas, bakery mungil ini mungkin bisa menjadi andalan karena dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet dan home made langsung dari dapur produksinya, sehingga kesegarannya masih sangat terasa. Apalagi harga jualannya masih dapat dijangkau oleh berbagai kalangan, yaitu antara Rp 5.000 – Rp 8.000 per item. “Roti Chubby Bun di produksi dengan mengadopsi gaya Jepang dan Taiwan yang tidak mempergunakan bahan pengawet serta memanfaatkan bahanbahan lokal”