fbpx

Mengangkat Seni Pastry Menjadi Bisnis Lintas Negara

Dengan tekad kuat untuk maju, Gerard Dubois, President La Rose Noire,   produsen terkemuka untuk aneka produk pastry, bakery dan confectionary di Hong Kong, membangun sebuah kerajaan bisnis. Wartawan Pastry & Bakery di Hong Kong, Rio Chan, menemui pria asal Swiss ini pertengahan Maret lalu dan menggali kiat suksesnya.

“Untuk sukses dalam bisnis apapun, hal pertama yang perlu Anda miliki adalah tekad yang kuat untuk maju,” ujar Gerard tentang kiat suksesnya, dari seorang pekerja di khasanah pastry & bakery menjadi pemilik entitas bisnis bernama La Rose Noire, produsen aneka produk pastry, bakery dan confectionary dengan jaringan penjualan internasional.

Ditemui Pastry & Bakery di kantornya yang relatif luas di kawasan Kowloon Bay, Hong Kong, Gerard mengungkapkan milestone La Rose Noire: dari cake shop & cafe berkapasitas 30 tempat duduk pada 18 silam, menjadi “kerajaan” bisnis pastry dan bakery yang berbasis di Hong Kong.

La Roise Noire sekarang tak hanya berkutat pada konsumen di Hong Kong, namun telah mengembangkan fasilitas produksi di atas lahan seluas ribuan meter persegi di Dongguan, China. Dengan dukungan pabrik yang mulai beroperasi pada 2004 itu, La Rose Noire meluaskan jaringan penjualannya hingga China, Jepang, Thailand, Singapura, Uni Emirat, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa.

Gerard mengungkapkan lebih mendalam soal resepnya untuk menciptakan kemajuan demi kemajuan dalam bisnis ini. “Ketika memulai bisnis, saya yakin bahwa kalau Anda punya tekad yang kuat, bisa dan mau bekerja dengan baik, mengerahkan segenap upaya, mengembangkan kerja tim yang kompak, diiringi doa dan dukungan dana, Anda akan mampu memajukan bisnis Anda.”

Modal (uang ) memang penting, tapi bukan segalanya. Tanpa tekad kuat dan kemampuan mengelola bisnis, modal sebesar apapun akan sia-sia. “Kalau Anda punya tekad dan kemampuan besar tapi tidak punya modal, Anda bisa cari investor,” tandas pria yang dalam usia 16 tahun sudah mulai mempelajari pembuatan aneka produk pastry, cokelat dan es krim di Villars, Swiss ini.

Antara Inovasi dan Tren

Langkah-langkah inovatif adalah bagian dari perjalanan bisnis La Rose Noire. Dalam pandangan Gerard, bagi perusahaan manapun, khususnya yang bergerak di industri makanan, inovasi adalah hal penting.

Inovasi oleh La Rose Noire terlihat dari beragam produk pastry dan bakery bekunya. Antara lain frozen croissant, frozen Danish pastries, specialty bread, frozen breads, frozen cake. Juga pada produk-prodouk fresh cake, frozen bread dan beragam produk confectionery-nya.

Sentuhan seni amat terasa pada tampilan produk-produk yang dipasarkan ke berbagai negara itu. “Pada dasarnya membuat produk pastry dan bakery adalah kegiatan menciptakan karya seni. Saya mengangkat aktivitas menciptakan karya seni ini menjadi bisnis lintas negara.”

Meski memberi sentuhan inovatif pada produk-produknya, Gerard tetap memantau tren pastry & bakery di dunia. Dengan demikian, produknya tidak ditinggalkan pelanggan.

Gerard memaparkan, secara garis besar karakteristik produk pastry dan bakery di dunia terbagi menjadi dua kelompok: ala Eropa (European style) dan Asia (Asian/ Oriental style). Sekilas, produk European style bertampilan lebih simpel dibanding Asian style.

Dalam hal topping, cake ala Eropa cenderung lebih banyak mengedepankan cokelat. Sedangkan yang ala Asia lebih banyak menggunakan buah segar. Maklum, negara-negara di Asia pada umumnya menghasilkan beragam buah segar yang cocok untuk garnish dan flavor.

“Kini tidak sedikit pastry chef yang memadukan gaya Eropa dan Oriental. Misalnya, membuat cake yang menggunakan kombinasi buah dan cokelat,” tambah pria yang telah mengunjungi beberapa kota di dunia, antara lain Istanbul, Tokyo, Guam, Seoul, Kuala Lumpur, Singapura, Shanghai, sampai Jakarta ini.

Menjawab pertanyaan Pastry & Bakery mengenai pandangannya terhadap kemajuan industri pastry & bakery di Jakarta, Gerard bertutur, “Bisnis pastry dan bakery di Jakarta tumbuh pesat sekali. Sekitar 20 tahun lalu saya bekerja di Jakarta dan melihat masih relatif sedikit outlet pastry dan bakery di sana, tapi sekarang jumlahnya begitu banyak.”

Menurut Gerard, fenomena itu mengindikasikan bahwa “Potensi bisnis pastry dan bakery di Indonesia, khususnya di Jakarta, amat besar. Tinggal bagaimana kejelian kita untuk melihat dan memanfaatkan peluang ini.” P&B

“Anda tahu, di beberapa negara Eropa, Jepang, Hong Kong dan sejumlah negara lainnya, citra alami produk amat penting,” katanya. “Pilih bahan-bahan alami, mulai dari bahan dasar sampai bahan tambahan seperti pewarna makanan. Makin alami bahan-bahan untuk produk Anda, tentu makin aman bila dikonsumsi oleh manusia.”

Gerard memberi gambaran, untuk produk yang memerlukan bahan pewarna, La Rose Noire menggunakan bahan-bahan pewarna alami. Misalnya: untuk mendapatkan warna hijau, ia memanfaatkan teh hijau atau bayamk; warna merah dari tomat, dan warna coklat dari cokelat. “Bahkan biji wijen dan bubuk kare juga bisa kita manfaatkan sebagai pewarna alami.”

Pertimbangannya, kian banyak masyarakat dunia sekarang memperhatikan aspek kesehatan berkaitan dengan makanan yang mereka konsumsi. “Tren ini akan makin menguat dari waktu ke waktu,” tandasnya.

Efeknya, buah-buahan segar lebih banyak digunakan pada produk-produk pastry dan bakery. Sementara itu, bahan pengawet, pewarna dan perisa artifisial akan makin ditinggalkan—beralih ke bahan-bahan alami.

Berbagi inspirasi

Gerard Dubois telah melahirkan beberapa buku pastry. Mulai dari sebagai co-author untuk The Cutting Edge yang diterbitkan di Hong Kong pada 1993. Kemudian My Recent Journey (2003) dan Passion (2006). Untuk buku yang disebut terakhir ini, Gerard meraih penghargaan Gourmand World Cookbook Awards 2006 – “Special Award Of The Jury” dalam “Gourmand Singapore Awards”.

Ayah dari dua anak ini juga pernah menjabat Chairman of the Asian Culinary Classic pada 1997, 1999 dan 2005. Selain itu, ia pernah pula menjadi Ketua Panitia Penyelenggara Seleksi Nasional untuk memilih wakil Hong Kong pada Coupe du Monde de la Patisserie pada 1997 di Lyon, Perancis.

Ia berharap buku-bukunya memberi insiprasi bagi banyak orang untuk menghasilkan kreasi produk pastry, dan membuka jalan bagi mereka untuk sukses dalam bisnis ini.

Khusus untuk Pembaca Pastry & Bakery, Gerard berbagi resep Chocolate Bag with Cheesecake & Strawberries dan Chocolate Cake Studded with Nuts (lihat di Rubrik CreativeRecipe).

Resep Chocolate Bag with Cheesecake & Strawberries diciptakan Gerard belasan tahun silam. Namun ini karya tak terlupakan baginya, karena ia membuat resep tersebut ketika baru bekerja di Hong Kong, dan membawanya memenangkan sebuah kompetisi kuliner. P&B (RIO)